Tuesday 01st December 2020,

Kiai Said, Akar Santri Adalah Pendidikan dan Budaya, Bukan Kekerasan

Kiai Said, Akar Santri Adalah Pendidikan dan Budaya, Bukan Kekerasan
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 22 Oktober 2019 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma meresmikan penggunaan Kampus Unusia yang berlokasi di Parung, Bogor. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para tokoh NU, dan relawan Tzu Chi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Said mengatakan peran santri dan pesantren sangat besar dan menjadi sentral dalam mencerdaskan bangsa Indonesia melalui sektor pendidikan.

“Keberadaan pesantren jauh lebih dahulu dibandingkan lembaga pendidikan lainnya,” kata Kiai Said, dikutip dari Beritasatu, Selasa, (22/10).

“Jadi pesantren berjasa mencerdaskan bangsa Indonesia jauh sebelum berdirinya lembaga pendidikan yang lain. Ini diakuai oleh Pendiri Budi Utomo, Sutomo,” lanjutnya.

Menurut Kiai Said, NU dalam menjaga kehidupaan berbangsa dan bernegara menetapkan bahwa Indonesia bukan negara agama atau suku, melainkan negara damai.

“Indonesia berdiri di atas konstitusi yang disepakati bersama sehingga semua warga bangsa dapat hidup bersama dan damai,” terangnya.

Maka langkah yang diambil pesantren dalam berdakwah, kata Kiai Said, yakni dengan cara menghormati kebudayaan setempat, bergaul dengan sesama dengan baik.

“Dan bukan sebaliknya dengan kekerasan, Islam Nusantara dapat tersebar secara luas dengan menyebarkan hal yang baik,” ujarnya.

“Negara yang damai, yang berdiri di atas konstitusi, kebersamaan, keadilan, bukan konstitusi agama, bukan konstitusi suku. Islam tidak boleh dibela dengan takbir di jalan, dengan bawa pentung, dengan kerumunan massa yang kibarkan bendera tauhid, dengan caci maki dan sumpah serapah,” paparnya.

Kiai Said mengutarakan bahwa Islam harus dibela dengan ilmu pengetahuan dan peradaban. Itulah cara bela Islam yang benar.

“Karna itu kebangkitan Islam ditentukan oleh peranan kaum santri. Selamat hari santri 2019, Santri unggul,” ujar Kiai Said.

“Sekarang kita buktikan NU bekerjasama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kita semua sama. Ke depan Indonesia, Umat Islam ini menjadi sentral peradaban. Umat Islam di Indonesia, kita Indonesia menunjukkan Islam yang ramah, toleran dan penuh persaudaraan,” pungkasnya.

(Sumber: pecihitam.org)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »