Wednesday 04th August 2021,

Ngaji Kiai Azaim, Empat Catatan Tentang Islam Kaffah

Ngaji Kiai Azaim, Empat Catatan Tentang Islam Kaffah
Share it

  ASWAJADEWATA.COM |

Ada sebagian kelompok dari kalangan umat Islam yang mengampanyekan Islam Kaffah. Mereka begitu gencar melakukan gerakan dengan istilah Islam Kaffah. Kelompok ini juga menobatkan bahwa merekalah yang paling Islami. Karena menurutnya, hanya kelompok mereka yang sesuai dengan Islam.

Sehingga mereka sering kali menyalahkan umat muslim lain yang tidak ikut kelompok mereka atau tidak sama dengan pendapat mereka. Gus Baha’ sempat menyampaikan tentang kelompok yang mengatasnamakan Islam Kaffah, “Orang main pukul saja, nggak mau ngaji. Nggak mau ngaji Alquran secara kaffah. Padahal fatwanya Islam Kaffah tapi ngaji Qurannya ndak kaffah. Ngambil satu atau dua potongan ayat langsung pake dalil”

Baca: Gus Baha’ Bahas Islam Toleran dan Jelaskan Maksud Islam Kafah

Kiai Azain dalam ceramahnya di channel you tube S3 TV acara Haul Majemuk Masyayikh & Keluarga Besar P2S3 membahas tentang Islam Kaffah. Dari ceramah beliau dapat dipetik beberapa poin catatan tentang Islam Kaffah.

Pertama, Islam Kaffah hanya dijadikan modus kepentingan dan ambisi. Kiai Azaim menyampaikan dengan tegas, “Islam Kaffah ini sering kali dijadikan kedok, Islam kaffah sering kali dijadikan bungkus, yang ujung-ujungnya hanya agenda politik tertentu, kepentingan kelompok tertentu. Maka mari kita pahami apa Islam Kaffah yang sesungguhnya”

Kedua, Kiai Azaim menjelaskan Islam Kaffah dengan berdasarkan pada Surat Al-Baqarah ayat 208

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan dan jangan kamu turuti langkah-lamhkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. al-Baqarah: 208)

Ketiga, dari ayat tersebut Kiai Azaim menggunakan tafsir Ibnu Asyur, “Merujuk kepada beberapa tafsir untuk memahami ayat di atas, kata as-silm   bermakna kedamaian, keselamatan dan agama Islam. Imam Ibnu Asyur yang merupakan tokoh atau ulama yang melakukan islamisasi ilmu pengetahuan, mendapatkan pertentangan dari ulama yang mempertahankan tradisi salaf, karena mengislamkan ilmu-ilmu modern, ilmu-ilmu sain teknologi yang berkembang ketika itu yang dianggapnya ilmu barat.Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Asyur menjelaskan makna as-silm dengan kedamaian. Karena didasarkan kepada konteks ayat sebelum dan sesudahnya. Jadi, menurut beliau, makna as-silm adalah kedamaian.” Jelas Kiai Azaim

Keempat, Berdasarkan ayat dan tafsir tersebut, Kiai Azaim memberi maksud bahwa seorang yang beriman seharusnya menampilkan sifat, ucap dan sikap yang mendamaikan. Inilah yang dimaksud Islam Kaffah. Kiai Azaim menyimpulkan, “Ketika as-silmi diartikan kedamaian dan keselamatan maka sesungguhnya ayat tersebut mengisyaratkan bahwa seseorang yang beriman hendaklah memasukkan dirinya kedalam kedamaian dan keselamatan. Sikapnya, ucapannya, prilakunya seorang mukmin tidak boleh menyakiti dan mengganggu orang lain. Memicu pertengkaran, provokasi, permusuhan, atau bahkan peperangan” (Gus Tama)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »