Saturday 28th November 2020,

Politikus Beriklan Umat, Modus Tingkat Laknat

Politikus Beriklan Umat, Modus Tingkat Laknat
Share it

ASWAJADEWATA.COM- Segala cara digunakan demi kepentingan ambisi politik. Bahkan jika perlu, agama pun dicaplok kemudian dijadikan label iklan politik.

Ya, saat ini, ada kelompok yang menjadikan agama sebagai isu politik. Agama dijadikan alat atau kendaraan untuk meraih kepentingan politik mereka.

Sehingga agama seolah layaknya bumbu guna melezatkan hidangan atau sajian politik. Akibatnya, sedikit-sedikit demi agama, demi Islam, demi membela Agama Allah dan seterusnya.

“Demi umat Islam”. Inilah yang sering kali dijargonkan dalam iklan-iklan bagi kelompok yang merasa paling membela Islam, paling merasa berpihak kepada umat Islam, dan sok ingin menyatukan umat Islam.

Padahal, kelakuan dari kelompok ini justru bertentangan dengan Islam dan memecah belah umat Islam. Dan, istilah ‘Islam’ dan ‘umat’ hanya dijadikan modus untuk mengelabuhi masyarkat awam. Sehingga seolah-olah membela dan berpihak kepada Islam.

Sehingga, di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja, yang diteriakkan dalam pidatonya “umat Islam” dan yang ditulis di balehonya pun “umat Islam”. Tetapi ada juga sih yang hanya menulis ‘umat’, semisal “umat Bali”. Kira-kira umat yang mana, ya?!

Bahkan, dengan tujuan agar masyarakat percaya, dia seorang tokoh yang merekatkan umat, sampai-sampai ada penobatan “Perekat umat”. Kira-kira dia merekatkan umat yang mana?! Kok modus banget, sih?!

Sekali lagi, politik memang memiliki banyak cara, bahkan segala cara digunakan untuk meraih kepentingan ambisinya. Tapi yang pasti, menggunakan istilah ‘umat’ demi kepentingan ambisi politik, sudah menodai istilah suci ‘umat’, terlebih jika disandingkan dengan ‘Islam’. Ini jelas sudah membuat najis istilah ‘umat’.

Dengan demikian, siapa saja yang menggunakan istilah ‘umat’ untuk mengiklankan dirinya yang berabisi pada jabatan, maka dia sungguh termasuk orang yang laknat.

Jika dia mengatakan dalam ceramah kampanyenya,”Kita perjuangkan umat Islam, kita harus bangkit, kita harus memiliki pemimpin dari Islam”. Sekali lagi, itu hanya modus untuk mengelabuhi saja.

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »