Saturday 31st July 2021,

Potret Relawan Muda NU Bali di Tengah Pandemi

Potret Relawan Muda NU Bali di Tengah Pandemi
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BALI

Tidak semua berdiam diri di rumah saat wabah melanda. Sekumpulan  warga Nahdlatul Ulama Bali yang didominasi anak muda memutuskan untuk turut berjibaku melawan penyebaran virus yang kini sudah menjangkiti lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia itu.

Dilandasi ketaatan terhadap ulama panutan warga Nahdliyin serta kesusahan yang banyak dirasakan warga, mereka yang kebanyakan adalah para pelajar dan mahasiswa itu bergabung dalam Satgas NU PEDULI COVID-19 Bali yang dibentuk oleh PWNU Bali atas arahan PBNU sebagai gerakan nasional dibawah kordinasi LPBI NU dan NU Care Lazisnu.

“Mereka ini adalah ujung tombak tim Satgas NU Peduli Covid-19 Bali yang seakan tidak kenal lelah. Semangat mereka yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya sangat layak untuk dihargai,” ujar Ispandi, Ketua Posko Wilayah NU Peduli Covid-19 Bali dalam sebuah wawancara.

Ispandi melanjutkan, “Mereka ini adalah kader-kader NU yang ada dalam Lembaga dan Badan Otonom organisasi PWNU Bali antara lain, LPBI NU, NU Care Lazisnu, LTN NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU), dan GP Ansor.”

Para relawan NU Bali yang terdiri dari berbagai Lembaga dan Banom dibawah naungan PWNU Bali

Sebagai operator lapangan dalam program penyemprotan Disinfektan pada tempat-tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas umum,  mereka dibekali pengetahuan dan perlengkapan standar terjamin yang mendukung tugas serta memastikan keamanan/kesehatan masing-masing. Tak ketinggalan asupan vitamin dan pengecekan kondisi kesehatan mereka diperhatikan secara khusus.

Dari data resmi yang disampaikan Ispandi, diketahui juga bahwa sejak dimulainya program gerakan lawan Covid-19 oleh NU Bali, sebanyak 174 titik lokasi penyemprotan di seluruh Bali telah didatangi mereka. Terbagi dalam 5 Posko daerah dan 1 posko wilayah para relawan ini tidak hanya melakukan penyemprotan di lingkungan-lingkungan warga muslim. Tercatat 4 Pura dan 2 Gereja yang meminta jasa mereka turut dilayani, begitu pula dengan beberapa balai pertemuan warga.

Selain itu, para relawan ini juga diminta untuk turut terlibat dalam proses sterilisasi kepulangan para santri/santriwati yang berjumlah ratusan dari berbagai pondok pesantren ke rumah mereka masing-masing di Bali. Bekerjasama dengan otoritas pemerintah yang menangani situasi tanggap bencana saat ini seperti, Satgas COVID-19 Bali, BPBD, Dinas Kesehatan, Dishub, dan aparat Kepolisian di terminal kedatangan Central Parkir Kuta dan Mengwi.

Dari segala aktifitas yang dilakukan dalam situasi ini, kesehatan mereka menjadi  perhatian utama. Komandan Satgas H. Ekky Rezal selalu mewanti-wanti setiap relawan yang merasa lelah dan kurang fit untuk beristirahat, dan tidak ikut dalam kegiatan operasi sterilisasi, hingga kembali dalam kondisi terbaiknya.

‘Ini sebagai langkah preventif terhadap seluruh anggota tim Satgas, dan agar pengabdian yang mereka persembahkan dapat maksimal,” tegasnya.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »