Monday 20th September 2021,

Prabu Brawijaya V, Raden Fatah, dan Bali

Prabu Brawijaya V, Raden Fatah, dan Bali
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 

Menurut C.C. Berg seorang ahli sejarah berkebangsaan Belanda kelahiran Indonesia mengatakan, bahwa yang datang ke Gelgel itu adalah Sultan Demak Raden Fatah sebagai putra Prabu Brawijaya V Raja Majapahit yang terakhir sampai runtuhnya, yang ditaklukan oleh Raden Fatah putranya sendiri.

Memang hubungan Majapahit dengan Gelgel sangat erat dari awal berdirinya sampai runtuhnya kerajaan itu. Hal inilah yang dijadikan Raden Fatah untuk masuk ke Bali (Gelgel).

Dalam riwayat yang lain ketika Prabu Brawijaya V dievakuasi ke Blambangan karena adanya kekacauan di Istana Majapahit akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Raden Fatah putranya.

Dikatakan dalam buku Thomas Stamford Rafless,  The History of  Java, bahwa  pada waktu Prabu Brawijaya meninggalkan istana Majapahit dalam pengungsiannya sempat menyeberang ke Bali karena di Bali sudah ditunggu oleh putranya (tidak disebut namanya)  dan terjadinya peristiwa itu sekitar tahun 1403 atau sekitar tahun 1320 tahun Jawa.

“Meskipun pada akhirnya Prabu Brawijaya dikembalikan lagi ke Majapahit dan berada di Majapahit hingga akhir hayatnya namun dari peristiwa di atas dapat dikatakan bahwa ada kemungkinan awalnya Raden Fatah datang ke Bali pada saat itu hanya untuk menemui dan mencari saudaranya atau keturunannya  meskipun sudah berlainan keyakinan atau agama,” tulis Drs. H. Bagenda Ali, MM  dalam bukunya yang berjudul “Awal Mula Muslim Di Bali” yang telah cetak pertama pada Januari 2019.

Sementara itu ada pendapat yang lain bahwa ada utusan yang berasal dari Mekah yang datang ke Gelgel untuk menyiarkan Islam masih diperdebatkan para sejarahwan. Tetapi yang jelas ada utusan dari Demak Ke Bali (Gelgel) untuk mengajak sang Raja Dalem Watu Renggong yang berkuasa selama kurun waktu 1480 M – 1550 M untuk memeluk Islam yang waktu itu Raja Dalem Watu Renggong relatif masih berusia muda namun lagi-lagi misi itu gagal.

Pada akhirnya bahwa kedatangan awal Islam di Bali berada di masa Pemerintahan antara Dalem Ketut Ngelesir dan Dalem Waturenggong (1380–1550 M) yaitu pada abad XIV – XVI di masa dua raja inilah yang sangat besar kemungkinannya komunitas Muslim Gelgel muncul keberadaannya di Bali.

Memang pada masa kekuasaan Dalem Waturenggong di Bali bersamaan dengan itu pula perkembangan agama Islam semakin meluas banyak orang-orang penting di Majapahit menjadi Muslim bahkan sebagian putra penguasa Majapahit (Brawijaya V) juga menjadi Muslim misalnya Batara Katong (pendiri Kota Ponorogo) Pangeran Jin Bun keturunan etnis China (Raden Fatah), Pangeran Lembu Kenanga (Adi Pati Pamekasan Madura) dan lainnya.

Penulis: Kambali

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »