Saturday 22nd June 2024,

Rais Aam PBNU; NU Organisasi Kyai Kampung Dengan Potensi Mendunia

Rais Aam PBNU; NU Organisasi Kyai Kampung Dengan Potensi Mendunia
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BANDAR LAMPUNG

Muktamar NU ke 34 resmi dibuka oleh Presiden Jokowi pada hari Rabu (22/12) di Ponpes Darussa’adah Lampung Tengah, Sumatera.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat memberi Khutbah Iftitah mengatakan bahwa  Nahdlatul Ulama adalah Jamiyah perkhidmatan para Ulama. Organisasi para Kyai kampung dan desa yang memiliki potensi kekuatan dan kehebatan mendunia, sebagaimana Islam itu sendiri adalah agama bagi dunia. Rasulullah adalah untuk dunia bahkan alam semesta.

“Maka pewarisnya, para Ulama di Nahdlatul Ulama harus juga mendunia, dan sekarang sedang dinantikan kiprahnya oleh dunia,” ujarnya.

Karena itu menurut Rais Aam, karakter-karakter yang mendunia harus terus digali dan diperkokoh.

“Sifat-sifat membebek, grudak gruduk, latah, harus segera kita enyahkan,” tegas Kyai Miftach sembari mengutip hadits Rasulullah Saw.

Selanjutnya Kyai Miftach mengingatkan bersama agar kader Nahdlatul Ulama harus mampu menunjukkan kepribadian dan semangat menuju kebaikan, serta menjaga idealisme dan kemandirian dalam bersikap.

“Ikut ikutan orang lain dan latah hanya akan membuat kita terpecah belah, terombang ambing, dan menjadi bulan-bulanan,” katanya.

Mengutip pesan Sayyidina Ali, Kyai Miftach menjelaskan bahwa dengan perpecahan tidak akan ada satu kebaikan yang akan dianugerahkan oleh Allah kepada seseorang pun, baik orang-orang terdahulu maupun yang datang belakangan.

Sebab, suatu kaum apabila hati mereka berselisih, dan hawa nafsu mempermainkan mereka. Maka mereka tak akan melihat suatu tempat pun bagi kemaslahatan bersama. Mereka bukanlah bangsa yang bersatu, namun hanyalah individu-individu yang berkumpul dalam arti jasmani belaka.

“Menjam’iyyahkan jamaah dengan segala potensinya yang berkekuatan raksasa ini menjadi pekerjaan rumah terpenting diantara pekerjaan rumah lainnya,” ucap Kyai kharismatik tersebut.

Karena menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik justru akan terpecah belah dan jadi bulan-bulanan kelompok lain.

Pada akhir pidatonya, Kyai Miftachul Akhyar mengajak untuk bersama menyegarkan gerakan dan sistem komando Nahdlatul Ulama menjelang abad kedua usianya. Agar posisi NU sebagai ashabul haq sekaligus ashabul qoror wal quwwah dapat terwujud dalam setiap dimensi kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan kita.

Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama 2021 ini dijadwalkan berlangsung pada 22-26 Desember dengan agenda utama pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidhiyyah PBNU periode mendatang.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »