Friday 27th November 2020,

Rais Aam: Ridlassyaikh dan Du’aul Walidain Adalah Keberkahan yang Ada di Pesantren

Rais Aam: Ridlassyaikh dan Du’aul Walidain Adalah Keberkahan yang Ada di Pesantren
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Pada masa revolusi industri seperti saat ini, banyak persiapan yang harus dilakukan oleh setiap kalangan dalam berbagai sektor, termasuk khususnya pemilik/pengelola media baik cetak maupun online.

Demikian disampaikan oleh Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar saat menyampaikan tausyiah di pembukaan acara Forum Silaturrahim Nasional (Forsilatnas) ke VIII Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja (PPM Aswaja), Sabtu (27/4) yang berlangsung di Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.

Media aswaja sudah saatnya berkontribusi untuk menjaga aswaja di era revolusi industri ini. “Saat ini dunia sudah memasuki era revolusi industri, saya berharap yang hadir di sini bisa turut berkontribusi untuk menjaga aswaja, meneliti kitab-kitab aswaja, dan sebagainya,” ucapnya.

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini aswaja sedang mendapatkan ancaman dan tekanan yang sangat intens dari berbagai pihak. “Saat ini aswaja mendapat ancaman dan tekanan yang beragam macam dari berbagai pihak, salah satunya adalah serangan hoaks dan saya lihat pelaku-pelaku hoaks kebanyakan lulusan dari Timur Tengah,” ujarnya kemudian.

Kiai Miftach sekaligus mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Forsilatnas yang diselenggarakan di pesantren asuhannya itu. Ia mengatakan bahwa pesantren merupakan tempat munculnya kader-kader aswaja dan tempat yang memiliki banyak nilai keberkahan.

“Saat ini pesantren menjadi tempat bagi munculnya kader-kader aswaja dan harus menjadi pilihan utama. Sebab di sana adalah tempatnya keberkahan karena ada ridlassyaikh (ridla dari kiai.red), ada du’aul walidain(ridla dari kedua orang tua.red),” tukasnya.

Selain itu, Kiai Miftach menekankan pula agar peserta yang hadir dalam kegiatan ini menjadi insan yang profesional tanpa melupakan bismirabbik, seperti yang ada dalam wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah. Sebab dengan ini seseorang akan menjadi insan yang lurus.

“Jadilah kalian orang yang memiliki kemampuan, memiliki gelar, tapi jangan lupa bismirabbika, sebab akan menjadi pembimbing kalian menjadi insan yang lurus,” pungkasnya. (NUOnline)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »