ASWAJADEWATA.COM | SURABAYA
Rapat kerja Nasional Ikatan Pesantren Indonesia (Rakernas IPI), 11-13 Agustus 2023 di Gedung Srijaya, Surabaya. Rakernas yang dihadiri 33 DPW dan 241 DPC dari seluruh Indonesia berjalan lancar dibuka oleh Wakil Presiden RI Prof Dr. (HC) KH Ma’ruf Amiin.

Dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum DPP IPI KH KMT Abdul Muhaimin, serta Dewan Pembina Komjen Pol Boy Rafli Amar. Kali ini IPI mengusung jargon “IPI Reborn”.
IPI Reborn berarti wujud semangat kembali menghadapi perubahan zaman dengan kompleksitas dan polarisasi berbagai masalah, meneguhkan kembali jati diri, karakter, prinsip, dan nilai historis pesantren sebagai lembaga mandiri, yang siap siaga mengawal bangsa Indonesia di kancah Global.
Wapres Ma’ruf Amin menyatakan optimismenya pada pesantren yang akan terus menelurkan generasi muda yang memiliki ilmu mumpuni, berpengaruh dan menjadi tokoh negara.

Pesantren Indonesia wajib didukung oleh semua pihak, karena para Santri akan menjadi bagian terpenting dari bangsa Indonesia dan kepemimpinan Nasional. Pengelolaan dan penataan secara komprehensive, adil, jujur, demokratis dan Profesional.
“Dampak negatif modernisasi harus ditangkal. Salah satunya dengan cara berdakwah. Di era serba digital ini, dakwah dapat juga dilakukan melalui digital,” tuturnya.
Pesantren menjadi sangat penting karena mengelola SDM yang Taquffiddin dan Islami. Saat ini Pesantren tidak bisa hanya menutup diri, selain menguasai ilmu Alquran, pemantapan ahlaqul karimah Para Santri.
Selain hal di atas, Wapres juga mengatakan bahwa Pesantren juga perlu mengembangkan perekonomian dan teknologi para santri dan Masyarakat disekitarnya dimana Pesantren tersebut berada.

Sekitar 29.000 Pesantren yg ada saat ini di Indonesia, baik yang telah dilaporkan maupun yg belum, memiliki sekitar 4,2 juta Santri aktif maupun alumni. Jumlah ini perlu diberdayakan, untuk mendukung perekonomian nasional.
“Sejak masa prakemerdekaan para masayikh dan para santri-santrinya terlibat aktif dalam perjuangan melawan penjajah Belanda dan sekutunya melalui laskar santri hisbullah, laskar sabilillah, dan laskar-laskar santri yang berbasis pesantren,” ujar KH Abdul Muhaimin, Ketua Umum DPP IPI dalam sambutannya
Turut hadir DPW IPI Bali yang diketuai oleh Dr. KH Faturachim Mpd.

“Rakernas ini akan memantapkan koordinasi antar pengurus Pesantren di seluruh Indonesia.” ungkapnya.
Saat ini di Bali telah terbentuk 9 PC IPI yakni di Jembrana, Kota Denpasar, Klungkung, Gianyar, Badung, Bangli, Buleleng, Karangasem dan Tabanan.
Penulis: Adrid Indaryanto | Editor: Dadie W Prasetyoadi









