Thursday 13th June 2024,

Rayuan Pulau Seribu Pura

Muhammad Ihyaul Fikro November 27, 2023 Pernik No Comments on Rayuan Pulau Seribu Pura
Rayuan Pulau Seribu Pura
Share it

Catatan perjalanan menuju pulau Impian

Berlayar ke pulau dewata merupakan suatu impian terbesarku , 8 tahun silam doa yang selalu kulangitkan ialah berlayar kepulau dewata . pulau yang dikenal dengan banyak destinasi bahkan banyak yang menyebutnya dengan pulau seribu pura , mengapa demikian ? konon katanya Di tiap rumah ada tempat pemujaan disebut pelangkiran. Di tempat pekarangan rumah/tempat tinggal keluarga (Hindu) ada sarana pemujaan yang disebut merajan. Di tiap sudut umumnya di barat daya dan barat laut dan tengah pekarangan, ada tempat pemujaan, disebut tugu pengijengkarang dan pelinggih Indra Blaka .

Itu sebabnya, jika anda berada di Bali, dan menoleh kanan-kiri akan tampak berbagai macam tempat pemujaan (pura). Ada yang sangat darurat (turus lumbung bahasa daerah Bali), semi darurat dan sederhana, ada pula yang megah dengan segala macam ukuran ini semua jumlahnya ratusan ribu. Maka dari itu pulau bali disebut dengan pulau seribu pura karena terdapat banyak pura.

Bali, yang sering disebut sebagai Pulau seribu pura , adalah sebuah tempat ajaib yang terletak di Indonesia. Selain kecantikan alamnya yang memikat, juga kaya akan sejarah dan warisan budaya yang mengagumkan.

Di balik pantainya yang indah dan sawah teraseringnya, terdapat cerita panjang dan kaya tentang perjalanan sejarah dan budaya Bali.

Bali memiliki sejarah prasejarah yang kaya. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa pulau ini telah dihuni sejak zaman prasejarah, bahkan sejak 2000 SM. Temuan arkeologis seperti gua dan situs prasejarah mengungkapkan kehidupan masyarakat Bali kuno, termasuk kepercayaan dan kebiasaan mereka.

Salah satu titik balik sejarah terpenting dalam perjalanan Bali adalah kedatangan agama Hindu-Buddha dari India pada abad ke-1 Masehi. Agama Hindu-Buddha membawa pengaruh yang mendalam dalam kebudayaan, seni, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Kuil-kuil dan kompleks pura dibangun untuk memuja dewa-dewi Hindu, dan tradisi upacara Hindu-Buddha menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Bali.

Pada abad ke-14, Bali menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit di Jawa. Masa keemasan Majapahit membawa kemakmuran dan perkembangan seni dan kebudayaan di Bali. Banyak arsitektur dan patung kuno yang berasal dari periode ini masih dapat ditemukan di berbagai tempat di Bali.

Pada pertengahan abad ke-20, Bali mulai dikenal sebagai tujuan pariwisata internasional. Keindahan alamnya yang luar biasa, budayanya yang unik, dan keramahan penduduknya menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang sangat diminati. Kini, pulau ini adalah salah satu destinasi wisata terpopuler di dunia.

Bali bukan hanya tentang pantainya yang memukau dan keindahan alamnya. Ini adalah pulau yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang kaya. Dari pengaruh Hindu-Buddha hingga masa keemasan Majapahit, dari era kolonial Belanda hingga perkembangan pariwisata modern, setiap bab dari sejarah Bali menambah lapisan kekayaan budayanya. Kini, Bali adalah tempat di mana masa lalu dan masa kini bersatu dalam keindahan yang memukau, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang ke Pulau Dewata ini.

Di balik perjalanan menuju pulau impian , terdapat cerita panjang dan pengalaman yang tak kan terlupakan. Belum ditemukan orang sukses menuju pulau impian dengan stalking media, rebahan, dan stanbay terus. Kesuksesan butuh perjuangan dan pengorbanan.

Sukses adalah perlipatan. Sukses adalah perancangan. Sukses adalah terjungkal dan kegagalan. Sukses adalah mereka yang lulus saat dicela, dinistakan dan direndahkan. Sukses adalah Pengabdian. Sukses adalah kesalingan. Sukses adalah persabungan tanpa memikirkan kegagalan itu sendiri. Karena hakikat dari kegagalan adalah kesuksesan yang masih tertunda.

Aroma keributan kini menarik pendengaran, semacam titik harapan agar tetap tegar menanak masa depan. Disini telah terpampang jelas pengumuman lolos MBKM , kehidupan sementara , sungguh menakjubkan. Bila angin membawa kabar hangat siang hari , cibiran teman bukan pengalang untuk mengikuti kegiatan MBKM , lalu tegukan es campur adalah penghalang dingin. Dimana hidup berjalan dengan cepat, tegukan demi tegukan mampu menenangkan.

Siang ini , notif panggilan atas nama Ahmad zubaidi M.pd memberikan kabar untuk seluruh peserta MBKM santri mengabdi untuk menghadiri rapat cheking akhir untuk pemberangkatan .

“jadi berangkat kapan nih ?” Nur berbisik kepadanya

“setauku besok ba’da shalat jum’at MBKM Mitra bali akan diberangkatkan” tutur nikma kepadanya

“bagaimana dengan acara anniversary kita “

“kita ikut paginya saja , bagaimana nikma ?”

Kini nur dan nikma bungkam seketika , diambang oleh dua kegiatan yakni anniversary lembaga dan pemberangkatan MBKM mitra Bali.

Surya yang memancarkan sinarnya tepat pada ubun-ubun , 08.30 WIB Apel pelepasan MBKM santri Mengabdi tahap ke-3 yang bertempat di wisma Dosen Universitas Nurul jadid dimulai. Jam berganti dengan cepat kini 13.20 WIB 21 notif panggilan terlewatkan , panggilan ke-22 kini memberi kabar podok pesantren nurul jadid bali akan berangkat. dengan perasaan terombang ambing Nur dan Nikma segera bergegas ke wisma dosen.

Siang menjelang sore dibumi paiton probolinggo, beribu air mengalir deras membasahi pipi , lantunan suara mengiringi kepergian kita menuju Pulau seberang, beberapa lambaian tangan untuk sebuah kerinduan yang akan berjumpa kembali. Tangis yang tak kunjung reda, disusul oleh langit yang meneteskan air di sepanjang hutan baluran kini mendamaikan fikiran untuk keikhlasan mengabdi dipondok seberang.

Ditengah perjalanan menuju pulau seribu pura kami beristirahat dimasjid untuk menunaikan kewajiban umat islam ,selepas melaksanakan ibadah kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan ketapang untuk menyebrang.

Pelabuhan Ketapang

Semilir angin menerpa lembut menggoyangkan kerudung ma’had, bangunan seribu manfaat mulai terlihat dari kejauhan. Surya pun menyipitkan mata dengan sinarnya dari peristirahatan. Ombak sore mulai menabrak dari sisi kiri dan kanan. Tali pengikat mulai dilepaskan, suara awak kapal mulai terdengar. Kapal perlahan mulai menjauh dari tempat pemberhentian. Matahari mulai tertidur, sejalan dengan detik yang berlalu, terpaan angin pada layar kapal nyaris membuat bibir pelabuhan tak lagi terpandang. Hangat do’a dari orang-orang tersayang sebelum pemberangkatan masih terngiang dalam angan.

“bolehkah kami berdiam dirooftop pak ?” Tanya nikma pada pak sopir

“tentu boleh”jawab pak sopir

“untuk perjalanan diatas kapal ini berapa jam pak” saut sri kepada laki-laki paruh baya itu

“ sekitar 1 jam an kita akan mendarat”

Seketika di atas kapal, satu-sama lain beradu tatap, Malu, penasaran, sinis, ramah entahlah persepsi setiap orang berbeda-beda. Semua terlihat baik-baik saja, berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa penumpang mulai merehatkan badan, duduk, makan, bertegur sapa dengan orang di sebelahnya.

“eh nur , ini pengalaman pertamaku naik kapal” kataku kepada nur yang sembari duduk disampingku sambil menikmati tegukan susu frisan flag full cream.

“ iya sama , nikmat tuhan yang harus kita syukuri” jawab nur.

Setelah beberapa menit kemudian sambil menikmati ayunan ombak yang membuai ,kini nikma dan nur menaiki rooftop kapal paling atas , dan disana terdapat Idha , Sri dan Ika yang tengah asik menikmati semangkok bakso. Dan diujung kapal anak lajang tengah duduk sendiri sambil lalu menikmati gelombang yang terus menabrak kapal .

“ eh kamu MBKM juga tah ?tanyanya kepadaku”.

“iya saya peserta MBKM .”sautku kepadanya

Setelah beberapa menit balik ke mobil ,Semua penat, semua beristirahat, tertidur pulas dengan ayunan ombak membuai. menit terus berjalan kini satu jam di atas kapal terasa sangat panjang. Namun, kapal tetap berlayar walaupun rasa bosan dan lelah tidak berkesudahan, namun itu harga yang harus terbayarkan. Tidak lagi persoalan uang tetapi air mata, kegagalan dalam perjuangan.

Semua terbangun, tenaga sudah pulih kembali. Dari arah depan tanpak jelas daratan terhampar. pulau impian. Berlayar menuju pulau impian tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak seindah dalam angan. Ada ombak meruing yang siap Menerjang.

Hidup ibarat kapal yang berlayar di samudra luas. Badai dan gelombang ombak tak pernah berhenti menerjang. Halang rintang menghadang akan perjalanan panjang. sebab Hidup itu tak selamanya indah. Badai pasti berlalu. Ombak takkan menerjang selamanya. Tetaplah berjuang pantang menyerah. Karena pulau impian dan perubahan yang diharapkan sudah kelihatan.

Pelayaran panjang itu dilalui dengan letih dan lelah. Dengan segala macam kondisi yang dilalui. Dengan segala prahara dan koulansi yang dihadapi. Akhirnya sampai juga dipulau impian setelah satu jam 30 menit berlayar untuk sampai pada tujuan.

“kita sudah sampa dipulau impian” kata pak sopir

Tanpa ada jawaban dari satu orang pun. Nikma , ida , nur , ika ,sri dan ulum tertidur pulas diatas mobil selepas menikmati ombak pulau impian. Waktu terus berjalan kini tiba di pemuteran gerokgak .

“ dik kita sudah tiba” pak sopir menguntaikan beberapa kata.

“loh sudah tiba” dilanjut oleh ika

Dengan rasa malu dan takut akan perbedaan adat dan budaya ,kini kami disambut dengan hangat.

Secangkir Teh Panas diPemuteran

Dinginya embun pagi yang menusuk tubuh, denyut nadi yang tak karuan, sedikit ilustrasi menghantui pikiranku, rasa takut yang selalu mendekati akan perbedaan budaya. Tegur sapa mulai dilantunkan hangat oleh KH. M. Sa’dullah Spd,I dan Nyai Enda Laila S.sos.i selaku pengasuh pondok pesantren nurul jadid bali dan Secangkir teh panas yang disuguhkan.

“Bagaimana perjalanannya semalam ?” Tanya nyai enda

“Alhamdulillah cukup melelahkan” saut kami dengan serentak

Detik demi detik pun berlalu , tak terasa pukul 22.00 wita tiba. Mata berbinar oleh cahaya sambutan para santri. Rasa malu membuatku diam seketika . Akan sapaan sopan dari santri . Sinar matahari yang menelusuk nadiku, dibumi Pemuteran tempatku bersinggah berbeda kasta yang harus dihargai ,rasa bingung tak kunjung padam.

“Om swastiyastu Rahajeng Semengan Om santhi santhi Om”. Sapa mereka

“iya” jawab serentak

Nikma , nur , ida , ika dan sri hanya saling tatap satu sama lain . kini perbedaan budaya sudah mulai tampak. Namun kami ingat dengan pedoman bhineka tunggal ika “berbeda-beda tapi tetap satu jua” maka dari itu kita saling menghormati.

Keesokan harinya nikma dan kawan-kawan menikmati suasana lingkungan pondok , Angin gemuruh meniup kerdung hitamnya , sang surya menyiratkan senyuman padanya , debu putih berpaparan , kayu rotan yang menjadikan tempat persingahan. 14 jam lamanya bersingah dipulau seribu pura , kini telah merasakan sensasi amertha beach. Perjalanan yang hanya sebentar dipenuhi dengan canda tawa oleh teman pengabdian .

“wah pantainya indah sekali ya” kata ida

“ya benar beda sekali dengan jawa” lanjut Nur

“maka dari itu pulau dewata adalah pulau impianku” sambungku kepada mereka

“wah , nikmat tuhan yang sangat indah” kata sri

“ini adalah hal pertama kali aku menikmati suasana pulau dewata” sambung ida

“hey kalian sedang apa ? mari kesini kita abadikan moment dulu” sambung nur

“boleh juga” jawab ika dan nikmah serentak

selepas menikmati suasana pulau seribu pura kini kami kembali ke tempat persinggahan tuk menjalani amanah yang telah diberikan .

LOCENG BERBUNYI

07.05 wita shalat penuh rezeki pun dilaksanakan , santri melaksanakannya dengan tertib , saat lonceng berbunyi jam sekoah pun tiba , putih donger dan putih abu-abu yang memutar pikiranku tuk mengingat masa lalu. Sempat berfikir sejenak “kapan aku seperti bu guru ?” fikiran yang selalu menghantui benak ku , kini terjawab oleh waktu , begitu singkat tuk mengehalu.

“Nikma , bisa langsung mengisi kelas 10” tutur nyai enda

“engghi” sambungku1.

Dengan rasa takut dan bingung nikma hanya membalasnya dengan kata engghi sambil tersenyum. Beberapa menit pembagian tugas telah selesai , kini waktunya membangun semangat dan untuk masa depan santri berprestasi.

“yuk kita bangkit bersama tuk mengapai semua rencana” ucap sri

Dijawab dengan anggukan kepala secara serentak oleh teman-teman MBKM .

Detik demi detik berlalu kini waktu yang mengharuskan tuk membuka kembali lembaran yang tertutup rapi terselimuti debu . beberapa pengalaman dan motivasi yang telah di dapat akan dibagikan lagi.

Setelah dua hari kemudian event olimpade yang membuatnya semangat kembali ,dengan beberapa lomba pengetahuan akhirnya nikma memilih beberapa santri untuk megikutinya sebagai pengalaman. Berkat tekad kerja keras dan do’a disepertiga malam kini terjawab oleh waktu , setiap hari berproses meski keringat membasahi kerudung yang dikenakan, dan hasilnya tak megkhianati Hasil.

“Bagaimana dengan soal olimpiadenya miss , saya belum menguasai semua materi” ucap salah satu siswi mungil penghafal 15 juz

Kerjakan saja sebisamu , insyallah usaha tak mengkhianati hasil , berdoa dan kerjakan dengan jujur” jawabku kepadanya.

Dua hari setelah berjuang dengan beberapa butir soal-soal , rasa penat ,ngantuk kini terjawab oleh notif informasi melalui handpone gengamku. 4 siswi dan 2 siswa lolos ke jenjang provinsi setelah berusaha kesekian kalinya berkat doa disepertiga malam yang selalu ia langitkan .

“Alhamdulillah , kamu mendapat juara 1 olimpiade geografi tingkat nasional” ucapku kepadanya

“oh tidak mungkin miss, saya tidak percaya akan hal itu” ucapnya kepada nikma

Setelah nikma memberitahukan notif pengumuman kini siswi mungil pun percaya. Tanpa disadari nikma menulis beberapa sajak dibuku biru yang selalu ia bawa kemana-mana .

Teruntuk jiwa-jiwa yang rapuh

Kutahu, kalian pasti sedang berjuang tuk berada dititik luluh.

Tapi apalah daya.

Jika diri sudah disambar keluh.

Pertahanan terkuat pun akan runtuh

Tetap semangat ! jangan putus asa

Usaha tak kan berkhianat pada hasilnya.

Pemuteran, 04 februari 2023.

Selain berprestasi dibidang formal siswi mungil itu juga penghafal 15 juz kalam allah , ia hanya seorang gadis desa yang bertempat lahir dibanyuwangi dan melaksanakan jihadnya menuntun ilmu dibumi pemuteran.

Nahkoda yang hebat tidak terlahir dari lautan yang tenang , akan tetapi terlahir dari lautan bebas . bukan penghalang untuk usia muda menghafal kalam allah , ketika belajar usia muda sama halnya dengan mengukir diatas batu , diterjang air , diterjang angin , dikotori debu pun tetap terukir sampai menuju hilir . Tempat yang sederhana, banyak barokah penuh inspirasi kini menjadi pondasi untuk menciptakan character akhlakul karimah.

SEPINYA HARI NYEPI

Sedikit utasan cerita tentang hari nyepi.

Nyepi berasal dari kata sepi (artinya sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan pada kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Dalam perhitungan kalender Caka, satu tahun memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa.

Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 januari), Tahun Baru Caka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian dan tidak ada aktivitas seperti biasa alias dilarang dan dihentikan selama hari raya Nyepi berlangsung.

Hari raya Nyepi tercipta berdasarkan cerita dari kitab suci Weda yang menceritakan dimana pada awal abad masehi bahkan sebelumnya.Pada saat itu banyak terjadi pertikaian antar suku-suku bangsa (Suku Caka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya) dengan kondisi menang dan kalah yang silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku pada akhirnya menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan beragama itu.

Dan pertikaian yang panjang pada akhirnya suku Caka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Caka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Caka, pada bulan Maret tahun 78 masehi.

Berkat kepemimpinan Raja Kaniskha I yang berhasil menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berbeda. Untuk memperingati hal baik yang terjadi dibawah kepemimpinan Raja Kaniskha I maka terciptalah Hari Suci Nyepi.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta/macrocosmos).

Tak lain dari itu pertunjukan ogoh-ogoh2 yang menjadikan symbol acara mereka. Sore menjelang magrib adat istiadat agama hindu mulai muncul dari arah timur ,yang diiringin oleh secarik sinar surya , ogoh-ogoh pun mulai kelihatan , santri putra dan santri putri melihatnya secara berderetan dipinggir jalan raya. Dengan rasa takut akan arakan ogoh-ogoh kini kumulai mengumpat dibalik santri.

“ wah seram sekali ya , baru pertama ini saya melihat ogoh-ogoh” tuturku kepada santri asal Denpasar

“ iya ,biasanya ogoh-ogohnya bergerak miss” jawabnya kepadaku

Dengan rasa heran dan penasaran nikma bertanya tanya tentang sejarah ogoh-ogoh, karena ia pikir ini adalah salah satu contoh perubahan budaya dipulau seribu pura.

“apa sih makna dari pawai ogoh-ogoh ini dek” sambungku

“Makna ogoh-ogoh mencerminkan sifat manusia yang negatif. Juga untuk mengekspresikan nilai-nilai religius dan ruang-waktu sakral berdasarkan sastra-sastra agama. Selain itu, ogoh-ogoh merupakan karya kreatif yang disalurkan melalui ekspresi keindahan dan kebersamaan dilaksakan setiap menjelang perayaan hari nyepi”. Jawab salah satu santri

“setelah arakan ogoh-ogoh selesai , patung itu dibawa kemana ya ?” ucap nikma

“biasanya langsung dibawa ke tanjung budaya karena perayaan ini Menjadi bagian dari ritual umat Hindu tiap tahun, pawai ogoh-ogoh ini dimaknai sebagai pemusnahan sifat buruk manusia yang ditandai dengan pembakaran ogoh-ogoh yang melambangkan roh jahat. Jadi miss nanti patung itu akan dibakar karena sebagai simbol bahwasanya mereka harus membuang angkara murka yang ada pada diri mereka”. Jelasnya kepadaku

Dibumi pemuteran kubersinggah , tumpukkan kayu berongrong rayap Pertanda hari kian senyap , semburat cahaya rembulan pun lenyap , sebab kabut telah melahap. Terdiam ditempat yang sama , menanti cahaya baru menjelma , menyongsong ufuk didunia fana . dilorong pemuteran ku berada. kini tak ada cahaya lentera , gelap gulita yang kami rasakan hanya budaya bali yang merayakannya yaitu nyepi.

Langit semakin gelap ,hanya diterangi oleh sinar rembulan , suara beduk pun terdengar tak ada panggilan shalat bagi umat islam hanya semburat suara beduk. Sunyinya malam itu tak ada satupun suara yang menggangu pendengaran ,hanya lantunan kalam allah yang menemani sunyinya malam nyepi .

teringat jelas konon sebelum zaman modern yang mana masyarakat Dahulu, hanya mengandalkan api sebagai penerangan. Untuk penerangan di dalam rumah, mereka biasanya menggunakan lampu minyak. Lampu minyak memiliki cahaya yang sangat terbatas, yaitu hanya setara dengan bohlam biasa berdaya 25 watt. Selain itu, lampu minyak ini sangat merepotkan penggunaannya. Secara berkala, lampu minyak harus diisi bahan bakarnya.

Maka dari itu masyarakat muslim bali menikmati masa sebelum adanya alat penerang yaitu yg terjadi setiap satun tahun sekali setara dengan idul fitrih yang mana masyarakat hindu menyebutnya dengan hari nyepi.

Lantera Bulan penuh Kerinduan dipulau seberang

Ketika hilal menmpak diufuk sana

Bergemuruh setiap jiwa yang melihatnya

Sibuk pula dengan menyambutnya dengan suka cita

Kesekian kalinya. Jiwa yang penuh noda ini

Masih dipertemukan dibulanmu

Ya rabbb….

“maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan .”

Keesokan harinya adalah hari pertama menahan segala hawa nafsu , kini nikma dan kawan-kawan menikmati puasa pertama dipulau orang. Tanpa adanya support system , jauh dari orang-orang tersayang hanya sekotak nasi dan secangkir es teh yang setia menemani buka puasa . rasa rindu akan suasana lama kini muncul dibenak mereka , andai saja tak pernah hadir mungkin tak kan pernah terfikir.

Panggilan isya’ pun terkumandangkan kini saatnya menunaikan shalat sunnah yakni taraweh , beberapa pertanyaan terlintas difikiran nikma akan perbedaan shalat taraweh yg dibagi tiap titik berbeda dengan pulau sebelumnya yang biasanya dikerjakan dalam satu tempat secara bersama.

“ eh ida , disni kok berbeda ya shalat tarawehnya ditiap titik?” tanyaku kepada ida

“enggeh mbak , biasane pondok tahfid ngono sholate dibagi” jawabnya

“oh baru kalo gitu” balasnya dengan senyuman terkekeh

Menit pun berlalu lalang kini saatnya melantunkan kalam allah , dengan harapan selalu senantiasa menjadi hambanya. Turut pasrah kepadanya karena semua yang ada akan kembali kepadanya .

Tak terasa kini pukul 22.00 wita yang mana pengeras suara wajib dinonaktifkan karena akan menggangu aktifitas tetangga setempat. Hal inilah yang mengajarkan kita untuk bertoleransi antar agama , tidak saling mencela , tidak saling menjatuhkan , tidak saling menghujat bahkan tidak saling membenci .

“ guys , sudah 9 hari kita menikmati bulan ramadhan dipulau seribu pura “ ucap sri

“eh iya , waktu begitu cepat ya” ujar ika

“tinggal menghitung hari lagi kita akan menikmati sisa bulan ramadhan bersama orang-orang tersayang” lanjut nur

“iya benar banget , rinduku sudah terangan-angan” kata ida

“jarak diciptakan untuk memperindah rasa bukan ?” celoteh nikma dengan nada penuh serius

Beberapa teman nikma terkekeh akan jawaban nikma , karena nikma yakin bahwa ia tak pernah menyesalkan waktu , dan tak pernah pula menyalahkan jarak , karena tak seharusnya ia meolak rindu.

Seiring berjalannya waktu , kian menghampiri , candu membelut rindu , kini telah tiba

Seperdua ramadhan dipulau dewata , kini waktu rehat sejenak tuk kembali berjumpa

Berbondong-bondong kami pulang , menaiki kapal dengan iringan doa dari teman santri tersayang

“waaikumsalam , gimana kabarnya nak ?” ucap wanita paruh baya

“Alhamdulillah sehat nek “ ujar nikma

Rindu yang tak kunjung padam , kini berjumpa didepan hadapan , air mata haru orang-orang tersayang akan kehadiran gadis pemilik rindu itu. Beberapa bulan keluarga cemara itu menahan kerinduan hingga dipertemukannya kembali setelah menikmati pulau impian.

Apakabar pulau seribu pura ?

Waktu telah usai tuk merindu sanak family , saatnya kembali . NURUL JADID BALI Kami kembali , merindukan dekapan cahayamu delam setiap sanubari insan santri mengabdi.

pemberangkatan kami meninggalkan air mata , suara isakan tangis yang tak lagi terdengar , kita kembali ke pulau seribu pura dengan rasa sedih , karena diantara kami berlima hanya 2 orang yang kembali , entahlah karena setiap orang memiliki permasalah tersendiri.

“ sebelum berangkat kita berdoa terlebih dahulu ,semoga sampai dengan selamat dan semangat tuk menebar kebaikan” pungkas pak zubaidi selaku ketua LP3M

“ maaf bapak , ini bener hanya kami berdua ?” Tanya nikma dengan mata yg berkaca-kaca

“iya” jawaban oleh beliau

Hidup ibarat kapal yang berlayar di samudra luas. Badai dan gelombang ombak tak pernah berhenti menerjang. Halang rintang menghadang akan perjalanan panjang. sebab Hidup itu tak selamanya indah. Badai pasti berlalu. Ombak takkan menerjang selamanya. Tetaplah berjuang pantang menyerah. Karena pulau impian dan perubahan yang diharapkan sudah kelihatan.

Badai pasti berlalu. Namun badai cobaan akan setia mengiringi langkah perjuangan selalu. Tapi satu hal yang pasti, sebesar apapun badai menerpa, sehebat apapun angin menyapa kamu harus tetap melangkah. Jadilah seperti intan, semakin diterpa akan semakin bersinar.

Pelayaran panjang itu dilalui dengan letih dan lelah. Dengan segala macam kondisi yang dilalui. Dengan segala prahara dan koulansi yang dihadapi. Akhirnya sampai juga dipulau impian setelah satu jam 30 menit berlayar untuk sampai pada tujuan.

“assalamualaikum nyai” tutur kami berdua

“waalaikumsalam , bagaimana sehat ?” pungkas bu nyai

“Alhamdulillah kami sehat” jawab nikma dan ida dengan serentak

Setelah bertukar kabar kini pengasuh mengarahkan kita untuk menetap dikamar ashabul kahfi , yang mana terdiri dari 3 orang pengurus sekaligus khaddam.

Taman Raya Bedugul

Kutatap arah timur , siluet fajar memancarkan cahayanya , pagi yang penuh embun diselimuti kabut, panggilan alam yang memberikan kabar hangat untuk menuju salah satu destinasi wisata bali yakni ulun batu danu.

Lebih jelasnya kami dan tenaga pengajar lainnya ditugasi untuk menghadiri acara halal bihalal ditaman kota bali. Canda gurau , tegur sapa oleh beberapa orang tak dikenal , kini menjadi keakraban satu sama lain. Detik demi detik pun berlalu , tibalah kami ditaman kota , patung yang berwarna putih dan dihiasi warna keemasan kini menarik perhatian banyak orang , selain untuk pemandangan kini patung tersebut dijadikan tempat berselfie.

“eh rek , piye lek muter-muter ndelok kembhyang de’kono” ucap ida

“boleh” jawab nikma dan salah satu temannya

Nikma ,ida dan salah satu temannya mendekati patung tersebut, terik matahari yang sangat menyengat ,guyuran air yang mengalir bagian tuhuh , hanya dengan kesabaran mereka menunggu , berhubung mereka lumayana lama bertempat tingal dipondok pesantren , akhirnya budaya antri mengantri sudah biasa bagi mereka , antri berkepanjangan yang membuat mereka tak ingin menyerah.

“eh ayok balik saja , matahari sudah diatas ubun-ubun” ucap salah satu temannya

“sek sabar , semua butuh proses” jawab nikma

Mengapa semua butuh proses ?Karena disetiap proses terdapat pembelajaran, jika dipercepat allah ingin kita bersyukur.Dan jika diperlambat allah ingin kita bersabar. Maka dari itu kita harus sabar dengan semua proses.

01 juni 2023

Kita lahir dari sejarah , bukan pembuat sejarah tapi untuk menjaga sejarah

Hari ini pancasila sudah menyentuh angka ke 78 tahun. Sudah selayaknya ia kita hadirkan kembali hari ini dalam bentuk perbuatan, alih alih sekadar retorika tanpa iktikad untuk bertindak. Sebab, sesungguhnya pancasila belum benar- benar terwujud ketika kita masih enggan bergotong-royong, sementara dimana-mana masih terdapat kemiskinan, konflik antar golongan, pemberangusan demokrasi, dan pelanggaran HAM .

Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni merupakan salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka.

Adapun sejarahnya berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik, mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

Beda suku, beda ras bukan berarti tak cinta Negara indonesia, dari sabang hingga merauke kini mengayomi hari lahir pancasila . keluarga besar Mts dan MA nurul jadid bali mengucapkan selamat hari lahir pancasila .

LANTUNAN TAKBIR DIPULAU SERIBU PURA

Suara merdu membuat denyut nadiku tak karuan , bendungan air mata yang terluapkan , suara isak tangis santri akan takbir dikumandangkan , Mengingat segurat wajah keluarga yang tak lagi menikmati lantunan takbir bersama , karena waktu dan jarak yang memisahkan mereka.

“ mengapa kamu menangis ?” Tanya nikma

“biasanya ketika malam takbiran saya berkumpul dengan semua keluarga miss”. Ucapnya sambal menagis tersedu-sedu

“jarak diciptakan untuk memperindah rasa dek” ujar nikma dengan senyuman manisnya

“i-iya miss” jawabnya.

Dalam batin nikma berkata aku bersandar pada malam sepertiga dalam butiran doa untuk beberapa wajah cinta , mengandaikan rinai bening bulir netra, mewakili rindu yang meluap disamudra jiwaku . tak hanya kalian yang sedang merindu , saya juga lebih merindu dek , dan ini adalah idul adhaku dipulau seribu pura.

Lantunan demi lantunan takbir dikumandangkan tak terasa air mata menetes membasahi mukenah putih yang ia gunakan. Setelah shalat idul fitrih usai kini berjabat tangan satu sama lain. Tidak ada kata yang indah selain memaafkan .

“ngapunten nyai kami mohon maaf atas semua kekhilafan kami “ucap kami dengan serentak

“oh iya sama saya juga” jawaban yg penuh dengan senyuman.

Beberapa santri saling melantunankan kata maaf dengan diiringin berjabat tangan . kini hari raya idul adhan pun usai.

Oleh : Nikmahus Surur

Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »