Friday 04th December 2020,

Setelah Hampir Satu Dekade, PBNU Kembali Kunjungi Vatikan

Setelah Hampir Satu Dekade, PBNU Kembali Kunjungi Vatikan
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf membicarakan komitmen untuk membangun perdamaian dunia bersama tokoh-tokoh pemuka agama sedunia.

Hal ini disampaikan oleh Kiai Yahya dalam  lawatan ke Vatikan (25/9) untuk bertemu dengan Paus Fransiskus selaku pemimpin umat Katolik sedunia. Dalam pertemuan tersebut Gus Yahya (sapaan takdzim KH Yahya Cholil Staquf) mengungkapkan bahwa hasil Munas NU juga sejalan dengan Dokumen Persaudaraan Dunia yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Grand Syaikh Al Azhar di Abu Dabi.

“Hasil Munas NU itu sejalan dengan Dokumen Persaudaraan Dunia yang telah ditandatangani Paus Fransiskus dan Grand Syech Al Azhar di Abu Dabi. Sama dengan NU, dokumen itu juga berasal dari spirit menciptakan dunia yang lebih damai,” terang Gus Yahya.

Agenda kunjungan Gus Yahya ke Vatikan dengan mengemban misi khusus PBNU ini mendapat apresiasi dari Pontifical Council for Interreligious Dialogue (PCID), sebuah lembaga di bawah pemerintah Vatikan yang menangani kegiatan dialog bersama agama-agama lain di dunia.

KH Staquf ditemui Sekretaris PCID Mons. Indunil J. Kodithuwakku K dan Romo Markus. Romo Markus yang asal Flores Indonesia ini sudah sejak 12 tahun lalu tinggal di Vatikan. Dalam setiap kunjungannya ke Indonesia, Romo Markus juga selalu berkunjung ke PBNU.

Bagi Vatikan, NU bukan sahabat baru, melainkan sahabat yang telah lama bekerja sama mengkampanyekan  perdamaian lintas agama di dunia sejak Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU.

“Hampir satu dekade, baru Pak KH Yahya Cholil Staquf yang datang ke Vatikan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif beliau agar bisa membangun relasi yang lebih baik ke depan,” ujar Romo Markus yang juga salah satu pejabat PCID di Vatikan.

Selanjutnya, Gus Yahya bertemu dengan Paus Fransiskus, sekaligus menyampaikan rencana PBNU menggelar pertemuan antar pemimpin agama-agama dunia di Indonesia.

“Kepada Paus saya menyampaikan keinginan untuk menyelenggarakan pertemuan tokoh-tokoh agama se dunia bersama Paus di Indonesia,” jelas Gus Yahya.

Dalam kunjungan di Vatikan ini, Gus Yahya yang adalah keponakan KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) didampingi Uskup Agung Pontianak Monsinyur Agustinus Agus, Sekjen DPP REI Paulus Totok Lusida, Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Habib Hilal Al Aidid, dan anggota DPD dari Jogjakarta Gus Hilmy Muhammad

(Diolah dari berbagai sumber)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »