Wednesday 25th November 2020,

Tasamuh

Dadie W Prasetyoadi September 11, 2019 Keislaman No Comments on Tasamuh
Tasamuh
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Toleransi yang diistilahkan tasamuh dalam bahasa Arab, tentu menjadi prinsip utama dalam Islam. Dari kehendak Allah adanya pluralisme agama dan tidak ada paksaan beragama sebagai konsekwensi kehendak Allah tersebut, serta teladan Rasulullah dalam beragama, sudah menjadi jelas dan bukti bahwa Islam menjunjung tinggi prinsip toleransi.

Rasulullah diutus oleh Allah sebagai pembawa dan penebar rahmat bagi semesta alam menjadi bukti nyata adanya prinsip toleransi dalam Islam. Sebagaimana dalam firman-Nya,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS. Al-Anbiyā’: 107)

Ayat di atas secara tegas menyatakan bahwa Rasulullah diutus dengan membawa misi menyebarkan rahmat dengan wujud nyata kedamaian yang memancarkan cinta dan kasih sayang. Rahmat yang artinya cinta dan kasih sayang tentu tidak hanya kepada umat Islam saja, bahkan juga kepada non-muslim, sebagaimana pada redaksi “bagi semesta alam”. Artinya semesta alam adalah dunia dan seisinya.

Salain ayat di atas, ada juga ayat yang menjelaskan tentang kewajiban menjaga hubungan dengan sesama manusia. Allah berfirman,

و ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kufur (ingkar) kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” (QS. Ali Imran: 112)

Firman Allah tidak sekedar kata belaka, dengan diutusnya Rasulullah, ayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah memang sebagai penebar cinta dan kasih sayang, dibuktikan dengan sebenar-benarnya oleh Rasulullah melalui ucapan dan perbuatan dalam berhubungan baik dengan siapa saja, termasuk dengan umat non-muslim. Bahkan Rasulullah berpesan kepada umatnya agar tidak mengganggu umat non muslim.

Sumber: ‘Fikih Muslim Bali’ (Razka Pustaka, 2018)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »