Wanita Penyebab Pengangguran?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Email

ASWAJADEWATA.COM |

Ada seorang ustaz menulis di FBnya tentang faktor penyebab pengangguran adalah karena wanita yang bekerja di luar rumah.

Saya berkeyakinan sebenarnya wanita banyak yang ingin mengasuh anaknya dan bisa tercukupi dengan nafkah suaminya. Buktinya? Banyak suami yang tidak memiliki skil kerja, enak-enakan menelantarkan kelurga, memberi nafkah kurang, akhirnya wanitalah yang menjadi tulang punggung keluarga yang semestinya para wanita bisa menggugat cerai karena tidak memberi nafkah berbulan-bulan.

Saya menilai wanita yang sampai rela bekerja jutsru karena kemurahan hati mereka turut membantu keuangan suami demi keutuhan keluarga. Anehnya, di posisi seperti ini masih ada lelaki yang mau nambah lagi?

Bagaimana dengan ayat yang memerintahkan wanita berdiam diri di dalam rumah?

ูˆูŽู‚ูŽุฑู’ู†ูŽ ููู‰ ุจููŠููˆุชููƒูู†ู‘ูŽ

“Dan hendaklah kamu tetap berada dalam rumahmu…” (Al-Ahzab: 33)

Ayat ini memang terdapat khilafiyah dari para ulama. Saya kutip dari Syekh Athiyyah dari Mesir:

๏ป“๏ปฌ๏ปฎ ๏บง๏บŽ๏บน ๏บ‘๏ปจ๏บด๏บŽุก ุง๏ปŸ๏ปจ๏บ’๏ปฐ ๏บป๏ป ๏ปฐ ุง๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปช ๏ปญ๏บณ๏ป ๏ปข

“Ayat ini tertentu bagi istri-istri Nabi shalallahu alaihi wa sallam”. Bisa dilihat dari runtutan redaksi ayatnya, baik sebelum atau sesudahnya.

Mufti Al-Azhar menyampaikan 2 dalil hadis:

” ๏บ‡๏ปฅ ุง๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บƒ๏บซ๏ปฅ ๏ปŸ๏ปœ๏ปฆ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ—๏บจ๏บฎ๏บŸ๏ปฆ ๏ปŸ๏ป˜๏ป€๏บŽุก ๏บฃ๏ปฎุง๏บ‹๏บ ๏ปœ๏ปฆ “

“Sungguh Allah telah mengizinkan kalian (para wanita) keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan kalian” (HR Bukhari)

๏ปญุง๏ปŸ๏บค๏ปฎุง๏บ‹๏บž ๏ป‹๏บŽ๏ปฃ๏บ” ๏ป๏ปด๏บฎ ๏ปฃ๏บจ๏บผ๏ปฎ๏บป๏บ” ๏บ‘๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏ปฃ๏ปŒ๏ปด๏ปฆุŒ ๏ปญ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ุง๏ปŸ๏ปจ๏บด๏บŽุก ๏ปณ๏บ’๏บŽ๏บท๏บฎ๏ปฅ ๏บƒ๏ป‹๏ปค๏บŽ๏ปป ๏บง๏บŽ๏บญ๏บ ุง๏ปŸ๏บ’๏ปด๏บ–ุŒ ๏ป›๏ป„๏ป ๏บ ุง๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปข ๏ปญ๏ป›๏บด๏บ ุง๏ปŸ๏ปŒ๏ปด๏บถุŒ ๏บƒ๏ปณ๏บŽ๏ปก ุง๏ปŸ๏ปจ๏บ’๏ปฐ ๏บป๏ป ๏ปฐ ุง๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปช ๏ปญ๏บณ๏ป ๏ปขุŒ ๏ปญ๏บญ๏ปญ๏ปฏ ุง๏ปŸ๏บ’๏บจ๏บŽ๏บญ๏ปฏ ๏ปญ๏ปฃ๏บด๏ป ๏ปข ๏บƒ๏ปง๏ปช ๏บญ๏บƒ๏ปฏ ๏บƒ๏บณ๏ปค๏บŽุก ๏บ‘๏ปจ๏บ– ๏บƒ๏บ‘๏ปฐ ๏บ‘๏ปœ๏บฎุŒ ๏บฏ๏ปญ๏บŸ๏บ” ุง๏ปŸ๏บฐ๏บ‘๏ปด๏บฎ ๏บ—๏บค๏ปค๏ปž ๏ป‹๏ป ๏ปฐ ๏บญ๏บƒ๏บณ๏ปฌ๏บŽ ุง๏ปŸ๏ปจ๏ปฎ๏ปฏ ๏ปŸ๏บ˜๏ปŒ๏ป ๏ป’ ๏บ‘๏ปช ุง๏ปŸ๏ปจ๏บŽ๏บฟ๏บข – ุง๏ปŸ๏บ ๏ปค๏ปž ๏บƒ๏ปญ ุง๏ปŸ๏ป”๏บฎ๏บฑ -๏ป“๏ป ๏ปข ๏ปณ๏ปจ๏ปœ๏บฎ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽุŒ ๏บ‘๏ปž ๏บฉ๏ป‹๏บŽ๏ปซ๏บŽ ๏บ‡๏ปŸ๏ปฐ ุง๏ปŸ๏บฎ๏ป›๏ปฎ๏บ ๏บง๏ป ๏ป”๏ปช ๏บท๏ป”๏ป˜๏บ” ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ.

Kebutuhan itu sifatnya umum, tidak tertentu dengan pekerjaan khusus. Wanita yang berkerja di luar rumah seperti mencari ilmu dan mencari penghidupan di masa Nabi shalallahu alaihi wa sallam sudah bisa dijumpai. al-Bukhari meriwayatkan hadis bahwa Nabi melihat Asma’ binti Abu Bakar, istri Zubair bin Awwam, mengangkut rumput sebagai makanan unta atau kuda. Nabi tidak mengingkarinya. Bahkan Nabi menyuruh naik di belakangnya karena kasihan padanya

๏ป“๏ป ๏ป ๏ปค๏บฎ๏บƒ๏บ“ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ—๏บฐุง๏ปญ๏ป ๏ป‹๏ปค๏ปผ ๏บง๏บŽ๏บญ๏บ ุง๏ปŸ๏บ’๏ปด๏บ–ุŒ ๏ปญ๏บ‘๏บจ๏บŽ๏บป๏บ” ๏บ‡๏บซุง ุง๏บฃ๏บ˜๏บŽ๏บŸ๏บ– ๏บ‡๏ปŸ๏ปด๏ปชุŒ ๏บƒ๏ปญ ๏ป›๏บŽ๏ปฅ ุง๏ปŸ๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏ปฃ๏บค๏บ˜๏บŽ๏บŸ๏บŽ ๏บ‡๏ปŸ๏ปด๏ปฌ๏บŽุŒ ๏บ‘๏ปž ๏ปณ๏ปœ๏ปฎ๏ปฅ ๏บซ๏ปŸ๏ปš ๏ปญุง๏บŸ๏บ’๏บŽ ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปฌ๏บŽ ๏ปป๏บฃ๏ป˜๏บŽ ๏ปŸ๏ปฌ๏บŽ

Boleh bagi wanita bekerja di luar rumah, khususnya jika ia memerlukan pekerjaan tersebut atau ia dibutuhkan untuk perkejaan tertentu, bahkan kadang bersifat wajib baginya.

Namun ketika wanita bekerja di luar rumah harus tetap menjaga beberapa keharusan dalam agama:

๏ปญ๏ป—๏บช ๏ป—๏บฎ๏บญ ุง๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปค๏บŽุก: ๏บƒ๏ปฅ ๏บง๏บฎ๏ปญ๏บŸ๏ปฌ๏บŽ ๏ปŸ๏ป ๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏ปฃ๏บฎ๏ปซ๏ปฎ๏ปฅ ๏บ‘๏ปŒ๏บช๏ปก ุง๏ปŸ๏บ˜๏ป˜๏บผ๏ปด๏บฎ ๏ป“๏ปฐ ุง๏ปŸ๏ปฎุง๏บŸ๏บ ุง๏ปท๏บณ๏บŽ๏บณ๏ปฐ ๏ปญ๏ปซ๏ปฎ ุง๏ปŸ๏ปค๏ปจ๏บฐ๏ป ุง๏ปŸ๏บฌ๏ปฏ ๏ปณ๏ปฎ๏ป“๏บฎ ุง๏ปŸ๏บด๏ปœ๏ปฆ ๏ปญุง๏ปŸ๏ปค๏ปฎ๏บฉ๏บ“ ๏ปญ๏ปณ๏บฎ๏บ‘๏ปฐ ุง๏ปŸ๏ปจ๏บถุก ๏ปญ๏ปณ๏ปŒ๏บช๏ปฉ ๏ปป๏บณ๏บ˜๏ปค๏บฎุง๏บญ ุง๏ปŸ๏บค๏ปด๏บŽ๏บ“ ุง๏ปป๏บŸ๏บ˜๏ปค๏บŽ๏ป‹๏ปด๏บ” ๏ปญุง๏ปน๏ปง๏บด๏บŽ๏ปง๏ปด๏บ”ุŒ ๏ปญ๏บซ๏ปŸ๏ปš ๏ปฃ๏บฎ๏ปซ๏ปฎ๏ปฅ ๏บ‘๏บˆ๏บซ๏ปฅ ุง๏ปŸ๏บฐ๏ปญ๏บ ๏ปŸ๏ปฌ๏บŽ

Para ulama telah menetapkan bahwa keluarnya istri untuk berkerja harus ada jaminan tidak mengabaikan tugas pokok yaitu rumah untuk dijadikan tempat tinggal, kecintaan dan mendidik untuk kelangsungan kehidupan sosial dan kemanusiaan. Semuanya bergantung pada izin suaminya (Fatawa Al Azhar, 8/450)

  • Jangan lupa bahagiakan istri. Alhamdulillah sedang cari oleh-oleh untuk istri di Pusat Kota Bangka-Belitung. Ya Allah lupa ATM ketinggalan.

Oleh: KH. Maโ€™ruf Khozin

diunggah oleh:

Picture of El Muhammad

El Muhammad

ADMIN ASWAJA DEWATA

artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »