Thursday 23rd September 2021,

7 Hikmah Di Balik Wabah Corona, Sebagai Upaya Mengakhirinya

7 Hikmah Di Balik Wabah Corona, Sebagai Upaya Mengakhirinya
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Entah sudah berapa lama, kita merasa tercekam ketakutan oleh wabah Corona. Melihat berita-berita di medsos, ketakutan itu semakin mencekam diri kita. Namun, kita jangan sampai larut dalam ketakutan ini, sehingga kita merasa putus harapan melanjutkan hidup. Na’udzubillah.

Sebagai umat muslim yang memiliki keimanan kepada Allah, tentu tidak akan sampai larut dalam ketakutan yang mencekam karena wabah ini. Keimanan yang kuat akan menjaga hati dan pikiran kita agar tidak terjebak dalam ketakutan yang berlebihan.

Justru bagi seorang muslim yang memiliki keimanan yang kuat kepada Allah, akan membuat  hati dan pikirannya semakin tertaut kepada Allah dalam sujud, dzikir dan perenungan menggapai hikmah. Bagi seorang muslim, setiap musibah yang terjadi, akan diyakini sebagai ujian dari Allah yang kemudian akan hadir hikmah yang dirasakannya.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an, musibah-musibah merupakan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam surat at-Taubat ayat 51:

   قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا إلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللهِ فَاْليَتَوَكَّلِ اْلمُؤْمِنُوْنَ “

Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal”

Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa, setiap peristiwa yang terjadi semuanya telah digariskan Allah. Dan hanya kepada Allah, kita berlindung.

Dalam ayat Surat Al-Baqarah ayat 155 Allah juga berfirman,

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥

Artinya: Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sesuatu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang shabar.

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa musibah dan bencana itu bagi orang mukmin merupakan cobaan dan ujian dari Allah yang harus diterima dengan penuh kesabaran. Kesabaran akan terwujud saat kita bermuhasabah, introspeksi, dzikir, taqarrub, dan tafakkur tentang apa yang sedang terjadi.

Setelah kita kita bermuhasabah, bertaqarrub dan tafakkur tentang apa yang sedang terjadi ini, pasti kita akan menemukan hikmahnya. Ada beberapa hikmah yang bisa kita rasakan di balik peristiwa wabah ini.

  1. Hikmah pertama yang pasti dirasakan oleh seorang muslim yang baik adalah langsung memaksimalkan beribadah, berdzikir dan berdoa kepada Allah. Karena dengan semua inilah, umat muslim meyakini akan mendapatkan perlindungan dari Allah.
  2. Menjaga kebersihan menjadi perhatian yang maksimal bagi kita. Sesungguhnya, menjaga kebersihan merupakan ajaran utama dalam agama kita. Mungkin dengan adanya wabah ini, kita diingatkan agar lebih serius lagi peduli dan perhatian kepada kebersihan diri dan lingkungan.
  3. Menjaga kesehatan. Karena, wabah ini rentan menular kepada orang yang kesehatannya kurang baik. Dengan adanya wabah ini, semua umat manusia menjadi lebih serius lagi menjaga kesehatan, sebagai ikhtiar mencegah dari wabah corona.
  4. Seluruh umat manusia menjadi lebih menyadari, bahwa untuk saling menjaga dan melindungi harus dilakukan secara bersama-sama tanpa memandang perbedaan apapun. Semuanya menjadi satu tujuan untuk keselamatan bersama.
  5. Bumi ini menjadi berseri kembali. Sebagaimana informasi yang tersebar, bumi yang akhirnya punya waktu untuk istirahat dari berbagai paparan polusi udara, jalanan yang lengang, dan masih banyak lagi perubahan drastis yang terjadi di bumi ini.
  6. Lebih banyak bersama keluarga. Karena wabah ini, kita bisa bersama keluarga dengan durasi waktu yang lebih lama. Sampai ada guyonan, jika sebelumnya berharap banyak tanggal merah maka dengan wabah ini semua hari menjadi tanggal merah, alias libur kerja di kantor karena dihimbau di rumah aja.
  7. Kita menjadi mengerti mana yang menjadi kebutuhan dan sekedar keinginan. Mungkin selama ini, kita lebih banyak memperturuti keinginan, maka dengan adanya wabah ini kita menjadi mengerti tentang kebutuhan dan keinginan. Sehingga dalam instruksi pemerintah, kita dilarang keluar rumah kecuali memang ada kepentingan atau kebutuhan. Jika hanya jalan-jalan atau keluar bukan untuk kebutuhan maka kita semuanya dilarang.

Mungkin demikian hikmah yang bisa kita petik kemudian direnungkan bersama. Sebagai seorang muslim wajib merenungkan dari semua apa yang terjadi di dunia ini, terutama ketika terjadi musibah. Tujuannya adalah untuk menguatkan keimanan kita, bahwa setiap apa yang terjadi tidak terlepas dari takdir Allah.

Ya, sekali lagi, keimanan adalah kekuatan kita untuk menghadapi dan menyikapi setiap apapun yang menimpa diri kita. Dengan keimananlah, musibah yang terjadi tidak akan membuat kita susah, gelisah dan menderita, justru hikmah yang kita dapatkan kemudian menyusul anugerah Allah yang kita dapatkan.

Semoga, dengan beberapa hikmah di balik wabah ini, kita menjadi orang-orang yang bersyukur sehingga Allah mengabulkan doa kita, wabah ini segera berakhir. Ya Allah, samapaikanlah masa kami kepada bulan Ramadhan dalam kondisi sehat dan wabah ini berakhir, sehingga kami beribadah menjadi tenang, khudhu’ dan khusyuk. (gus tama)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »