Monday 20th September 2021,

Bagaimana Nabi dengan Konsep Cinta Tanah Air?

Bagaimana Nabi dengan Konsep Cinta Tanah Air?
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

ada sebagian orang beranggapan bahwa mencintai tanah air tidak ada dalilnya. sebenarnya jika mau jujur, nabi sendiri adalah salah satu teladan utama dalam mencintai negara. dalam Sahih Bukhari, ada sebuah hadis yang berbunyi:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا»

Qutaibah menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan dari Humaid dari Anas bin Malik: Sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jika datang dari bepergian lalu beliau melihat tembok-tembok kota Madinah, mempercepat laju ontanya dan ketika mengenderai tunggangan beliau menggerak-gerakkan tunggangannya karena kecintaannya pada Madinah”.

al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, seorang pakar hadis papan atas dalam Fath al-Bari ketika mengomentari hadis di atas berkata:

فتح الباري لابن حجر (3/ 621)

وَفِي الْحَدِيثِ دِلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حب الوطن والحنين إِلَيْهِ

“dalam hadis tersebut ada petunjuk keutamaan Madinah dan disyariatkannya mencintai negara dan selalu merindukannya”.

al-Hafidz al-Dzahabi dalam Siyar A’lam al-Nubala menulis kesaksian soal kecintaan nabi pada tanah air. ia menulis:

سير أعلام النبلاء ط الرسالة (15/ 394)

وَكَانَ يحِبُّ عَائِشَة، وَيحبُّ أَباهَا، وَيحبُّ أُسَامَة، وَيحبُّ سِبْطَيْه، وَيحبّ الحَلْوَاء وَالعَسَل، وَيحبّ جَبَل أُحُد، وَيحبُّ وَطَنه ويحب الأنصار.

“Nabi mencintai Aisha, mencintai bapaknya, mencintai Usamah dan kedua cucunya, beliau juga mencintai manis-manisan, madu, mencintai Gunung Uhud, mencintai negaranya dan mencintai sahabat Anshor”.

Anggapan lainnya adalah bahwa gerakan cinta tanah air akan mengarah kepada sekularisme. padahal tidak demkian. misalnya, Bernard Lewis, sejarawan terkemuka dari Amerika Serikat menyebut gerakan kemerdekaan di banyak daerah Islam seperti di Afrika dan Asia dipimpin dan digerakkan oleh para pemuka agama sehingga tidak selamanya nasionalisme menyebabkan sekularisme.

oleh karena itu, Yusuf al-Qaradhawi menulis:

وليست كل النزعات الوطنية التي رأينها علمانية بل رأينا نزعات وطنية مشبعة بالروح الاسلامية, مثل حركات التحرر الوطني في كثير من الأقطار الاسلامية

“Tidak setiap gerakan nasionalisme yang saya ketahui mengarah pada sekularisme sekular. Bahkan saya melihat nasionalisme justru di dalamnya terdapat spirit agama Islam. Seperti gerakan nasionalisme di beberapa negara Islam”

Insyaallah nanti malam bersama IPNU dan IPPNU Situbondo mendiskusikan tentang “Kisah Nabi dan Teologi Bernegara” dalam forum Madrasah Nabawiyah.[]

salam

Oleh: Ahmad Husain Fahasbu

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »