Tuesday 26th October 2021,

Banyak Baca atau Baca Banyak?

Banyak Baca atau Baca Banyak?
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Banyak baca belum tentu baca banyak. Demikian sebaliknya. Banyak baca kuantitas. Baca banyak kualitas. Seseorang banyak baca, ketika bisa melahap banyak buku atau kitab. Namun, seseorang baca banyak, ketika membaca buku/kitab berulang kali, meski cuma satu atau dua kitab.

Syaikh Said Foudah menyarankan kepada para thalib, khususnya yang pemula, untuk baca banyak. Beliau mengatakan bahwa bacaan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya pada sebuah kitab, sangat-sangat bermanfaat bagi pelajar pemula, sebagaimana dicontohkan ulama terdahulu.

Sayyid Syarif Jurjani mengulang-ngulang kitab syarah Syamsiah 16 kali sebelum ngaji ke Qutburrazi. Syaikh al-Khayali beri’tikaf dalam kitab Mawaqif selama 6 tahunan.

Para ulama terdahulu menasehati agar fokus satu kitab, terlebih matan dan syarah. Tidak benar-benar pindah ke kitab yang lain kecuali benar-benar menguasai kitab tersebut.

Salah satu syahwat terbesar thalib ilmu ingin cepat-cepat khatam sebuah kitab. Terus pindah ke kitab lain, sebelum menguasai kitab. Terus begitu, hingga selamat bertahun-tahun tidak menguasai satu fan ilmu apapun. Gak ada malakah ilmu dalam dirinya. Demikian kata syaikh Fauzi.

Membaca kitab itu seperti berinteraksi dengan seseorang. Ada kitab yang tidak perlu berinteraksi lama dengannya, seperti biografi ulama, beberapa diwan syair yang mudah dipahami, atau novel, sebagaimana kita berinteraksi dengan seseorang yang tidak terlalu akrab dengan kita. Ada juga kitab yang harus berinteraksi lama dengannya: berusaha mencari rahasia-rahasia yang terkubur dalam ibarat-ibaratnya, seperti kitab matan ilmu dan syarahnya serta hasyiahnya, sebagaimana Anda berinteraksi dengan kekasih yang Anda dambakan.

Orang tidak akan menanyakan jumlah kitab yang Anda baca. Tapi mereka akan menanyakan saripati buku yang melekat dalam jiwa dan akal Anda. Seorang ulama pernah mengatakan: bacalah sebuah kitab dan usahakan hafalkan maknanya yang Anda bisa ungkapkan dengan bahasa Anda sendiri. Sekalipun kitab itu sudah hilang, Anda tidak akan sedih, karena makna kitab itu adalah dalam akal Anda.

Syaikh Husam selalu mengingatkan,

القراءة بالكيف لا بالكم

Membaca itu yang dilihat kualitas bacaannya, bukan jumlah yang dibaca.

 

Oleh: شهاب الشيباني الإندونيسي

 

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »