Menghidupkan Peran Anak Muda NU Menuju Kebangkitan Baru

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Email

ASWAJADEWATA.COM |

Oleh: Vivia Alifaturrahman

Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah momen yang sangat penting dan bersejarah dalam perkembangan umat Islam di Indonesia. Pada tahun 2023 ini, NU memperingati 100 tahun berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

NU didirikan pada tahun 1926 oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dengan tujuan untuk menyampaikan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Sejak didirikan, NU telah berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak umat Islam di Indonesia, serta terus berupaya menyebarkannya ke seluruh pelosok negeri.

Peringatan 1 abad NU ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengenang dan memperingati sejarah panjang organisasi ini, serta menghargai segala jasa dan pengorbanan para pendiri dan pemimpin NU selama ini. Selain itu, momen ini juga dapat digunakan sebagai momentum untuk merenungkan kembali ajaran dan prinsip-prinsip dasar NU, serta memperkuat sinergi dan kebersamaan umat Islam di Indonesia.

Dan untuk menyambut atau menyemarakkan Satu Abad NU, banyak juga kegiatan kegiatan yang dilakukan, seperti kegiatan keagamaan, diskusi diskusi, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Bagi anak muda NU khususnya, sudah sepatutnya ikut untuk menghidupkan seluruh kegiatan dalam rangka memperingati 1 abad NU ini.

Seperti kata Bung Karno yang sudah sering kita dengar, “Beri Aku 10 Orang Pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia“, ungkapan ini memiliki pesan mendalam untuk kita khususnya para generasi muda bagi kemajuan bangsa. Apalagi posisi pemuda dalam Islam sendiri sangatlah penting. Maka dari itu dalam perayaan 1 abad NU ini tentunya para pemuda harus mampu memberikan perubahan untuk membawa NU lebih baik kedepan.

Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menghidupkan peran anak muda yang mampu membawa perubahan menuju kebangkitan yang baru, mulai dari memperdalam dan memperbanyak ilmu pengetahuan, menambah relasi, dan masih banyk lagi lainnya.

Ajaran NU sudah banyak sekali memiliki sejarah yang pastinya bisa diwariskan kepada anak muda seperti kita saat ini. Karena NU merupakan gudangnya para ulama, dan ajaran Islam sudah memang benar benar dijaga sampai saat ini. Maka dari itu, untuk menjaga semua ini maka kita sebagai para pemuda harus mampu menjadi warga Nahdhiyyin yang bisa membawa NU menuju kebangkitan yang baru.

Tentunya banyak juga yang berharap kepada generasi muda NU, karena generasi muda itu kan lebih potensial, geraknya lebih cepat, dan ide idenya bisa sangat cemerlang. Maka dari itu dapat dipastikan mampu membawa perubahan lebih baik untuk NU. Mulai dari kelompok kelompok kecil seperti ranah IPNU dan IPPNU yang bisa membawa para pelajar, PMII yang akan menjemput para mahasiswa, GP Ansor dan Fatayat yang akan menjemput para pemuda pemudi. Dari kelompok kelompok inilah mulai terbentuk dan terancangnya fikiran atau ide baru untuk membawa perubahan di tubuh NU.

Dan pesan penulis di akhir kata untuk para generasi muda NU khususnya, bahwa menjadi generasi muda NU harus mampu berperan dalam masyarakat dimanapun kita berada, dan dalam suatu organisasi juga kita harus menjalankannya secara ikhlas, karena kita juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan sesuatu, memberikan pelajaran, dan lain sebagainya. Dalam artian kita harus mampu berkorban banyak, berkorban bukan hanya dalam arti materi, tetapi bisa dengan tenaga, ilmu, dan minimal kita mengorbankan waktu untuk NU tersebut. Begitupun sebaliknya, jangan hanya mengambil keuntungan dari apa yang sudah kita ikuti di NU, karena itu yang berbahaya, karena apa? NU itu organisasi keramat yang mana memang sudah sesuai dengan ajaran turun temurun para wali Allah SWT dan Ulama.

Semoga saja kita mampu memperbaiki niat dalam menjalankan itu semua. Ikhlas dan semata semata mengharap Ridha Allah SWT, dengan betul-betul mengikuti jalannya para Ulama.

Dan dalam momentum satu abad ini, kita semua, khususnya para generasi muda NU, agar bisa mandiri dan mampu membawa perubahan, dengan menghidupkan peran yang sudah dimiliki oleh para pemuda, menghidupkan kembali Aswaja dalam kehidupan kita sehari hari, sampai pada akhirnya NU bisa terus berkembang menuju kebangkitan baru.

(Penulis adalah mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

 

 

 

 

diunggah oleh:

Picture of Aswaja Dewata

Aswaja Dewata

ADMIN ASWAJA DEWATA

artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »