Wednesday 25th November 2020,

Bulan Rajab, Orang Munafiq Memanfaatkan Berita Untuk Menghina Rasulullah

Bulan Rajab, Orang Munafiq Memanfaatkan Berita Untuk Menghina Rasulullah
Share it

ASWAJADEWATA.COM- Pada waktu itu tepat di penghujung bulan Rajab, Rasulullah memerintahkan Abdullah Bin Jahsy dan membawa serta beberapa pasukan pilihan untuk menemaninya. Beliau memberi sepucuk surat kepada Abdullah Bin Jahsy seraya berkata “Jangan kau buka surat ini sebelum kau menempuh perjalanan selama dua hari dua malam”. Ia menjalankan perintah itu, dan setelah dua hari berselang Abdullah Bin Jahsy membuka surat tersebut, yang berbunyi “Jika surat ini telah kau baca, maka lanjutkanlah perjalanan sampai ke daerah Nikhlah (antara Makkah dan Thaif), awasi gerak gerik mereka, lalu laporkan kepada kami”.

Lalu ia ceritakan isi surat itu kepada pausakn yang lain dan ia tidak memaksa mereka untuk ikut, mereka semua ikut serta bersama-sama Abdullah Bin Jahsy kecuali Said Bin Abi Waqash dan Utbah Bin Ghazwan. Sesampainya di Nikhlah mereka bertemu dengan sebuah kafilah dagang Qurays yang dipimpin Amr Al-Hadrami, Abdullah Bin Jahsy bermaksud untuk menyerang Kafilah tersebut dan merampas seluruh barang bawaan mereka, akan tetapi diantara mereka ada yang menegur “Demi Allah, janganlah menyerang mereka karena sekarang adalah bulan Rajab, salah satu bulan haram, Rasulullah melarang kita untuk melakukan peperangan di bulan-bulan haram”. Akan tetapi Abdullah Bin Jahsy tetap kekeh untuk menyerang dan merampas barang bawaan mereka.

Ketika mereka bertolak dari Nikhlah ke Madinah, sesampainya di Madinah mereka memberikan beberapa hasil rampasan dan beberapa tawanan kepada Rasulullah. Sontak Rasullah kaget melihat kejadian tersebut, kenapa mereka berani melakukan peperangan di Bulan Haram padahal beliau sudah melarangnya, semua Sahabat yang hadir ketika ikut menyalahkan Abdullah Bin Jahsy dan pasukannya, Rasulullah enggan untuk menerima hasil rampasan perang yang dibawa Abdullah Bin Jahsy ini.

Kejadian ini dimanfaatkan oleh beberapa orang munafiq dan orang-orang Yahudi untuk menfitnah Nabi dengan mengatakan bahwa Nabi telah melanggar ketentuan bulan suci, menumpahkan darah, merampas harta, dan menawan orang. Kegaduhan ini sengaja dimanfaatkan oleh orang-orang yang membenci Islam untuk terus menyerang umat Islam dan Nabi Muhammad, agama yang membawa visi mulia, kedamain dan kesetaraan. Di tengah kegaduhan seperti itu turunlah ayat 217 QS. Al-Baqarah yang menjelaskan, bahwa ada dosa yang lebih besar ketimbang melakukan peperangan di bulan-bulan Haram, yaitu orang-orang yang enggan dan memusuhi agama Allah, turunnya ayat ini membuat Abdullah Bin Jahsy menjadi tenang.

Terakhir saya ingin bacakan sebuah syi’ir ;

ان الهوى لهو الهوان بعينه # صريع كل هوى صريع هوان

“Hawa nafsu adalah kehinaan itu sendiri, akhir dari segala hawa nafsu adalah kehinaan”

Oleh: Lora Asror Baisuki, Alumni Ma’had Aly Sukorejo Situbondo

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »