Tuesday 26th October 2021,

Empat Koreksi Cara Beragama Five Vi dan Artis Hijrah Lainnya

Empat Koreksi Cara Beragama Five Vi dan Artis Hijrah Lainnya
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Cara beragama yang diutamakan dalam Islam adalah belajar (ta’allum) dan intropeksi diri (muhasabah). Cara ini berlaku bagi setiap manusia yang beragama, terutama bagi umat muslim diwajibkan untuk terus belajar dan memperbaiki diri dengan cara intropeksi.

Bahkan bagi seorang muslim yang sudah ‘alim sekalipun tetap diwajibkan dawam ta’allum (eksis belajar). Begitupun bagi yang sudah istiqamah ibadah, bukan berarti tidak perlu muhasabah untuk memperbaiki diri. Muhasabah itu sendiri juga bagian dari ibadah.

Terlebih bagi orang yang berniat berubah atau beralih dari dunia gelap; istilah viralnya di kalangan “mereka” disebut hijrah. Atau istilah tepatnya dalam ajaran Islam bertaubat. Terserah apapun istilahnya.

Nah, seharusnya bagi orang/kelompok yang hijrah atau bertaubat, jika memang niatnya memperbaiki diri, ya lebih sibuk belajar dan fokus merubah hal-hal yang negatif pada dirinya. Bukan malah merasa sudah paling tahu dan menyalah-nyalahkan orang lain. Atau merasa sudah suci sehingga menganggap kotor yang lain.

Maka, hijrah yang bener itu, sibuk memperbaiki diri dengan belajar biar lebih mengerti tentang agama, serta rajin ibadah dengan baik dan maksimal. Sebenarnya -menegaskan- istilah yang paling tepat, mereka itu taubat. Orang bertaubat harusnya merasa paling bodoh dan hina. Kalau merasa sudah benar dan suci, itu bukan hijrah atau taubat tapi takabbur.

Oleh sebab itu, perlu ada koreksi kepada orang yang katanya hijrah. Dalam konteks saat ini, artis ibu kota yang katanya sudah hijrah, yaitu Five Vi atau artis lainnya yang sudah hijrah atau ingin hijrah. Untuk kita juga semuanya, umat Islam secara umum. Ada empat koreksi, yaitu:

Pertama, orang yang hijrah atau bertaubat harus merasa paling bodoh dan hina. Sehingga niatnya akan mengarahkan kepada belajar dan beribadah.

Kedua, orang yang niat belajar tidak akan sempat menilai atau menyalahkan orang lain. Karena orang yang sedang belajar lebih merasa tidak tahu. Sehingga tidak mudah membuat pernyataan atas dasar ilmu yang tidak mencukupi.

Ketiga, pernyataan orang yang ilmunya tidak cukup, akan meresahkan masyarakat. Bahkan bisa menyesatkan orang lain. Makanya dalam Islam, hanya orang yang ‘alim yang boleh mengeluarkan pernyataan terkait agama.

Keempat, jangan salah guru dalam belajar agama. Inilah problem besar dan serius bagi orang yang hijrah atau baru belajar agama. Mereka yang baru hijrah atau bertaubat lalu gampang membuat pernyataan terkait agama, karena mereka belajar agama dari orang yang salah. Maka, belajarlah agama dari orang yang ‘alim, bijak dan tentu yang bersanad.

Oleh: Gus Tama | aswajadewata.com

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »