Friday 07th October 2022,

Fikih Peradaban: Sebuah Gagasan Keren dan Jitu

Fikih Peradaban: Sebuah Gagasan Keren dan Jitu
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Oleh: Muhammad Taufiq Maulana

Dari Islam Nusantara ke Fikih Peradaban. Dulu, awal-awal Islam Nusantara mencuat ke publik, banyak perdebatan dan hujatan. Bahkan umpatan dan penyesatan dilontarkan kepada NU.

Kini, NU kembali mencuatkan gagasannya, yaitu Fikih Peradaban. Gagasan ini sangat keren dan jitu. Kata keren di sini saya gunakan untuk mewakili istilah kaum milenial. Jika menggunakan istilah level cendikia atau ulama, mungkin gagasan ini disebut shalihun wa mushlihun.

Dikatakan jitu, karena gagasan Fikih Peradaban ini tidak bisa didebat, dibantah atau dihujat oleh orang yang tidak termasuk dalam level fuqaha’. Berbeda dengan Islam Nusantara. Gagasan ini memiliki peluang bagi siapapun yang ingin membantah dan menghujat. Karena ada kata Islam.

Bagi mereka yang awam, pokoknya mengutip satu ayat atau hadits sudah bisa dianggap orang yang paham Islam. Inilah yang menjadi peluang mengapa Islam Nusantara dibantah dan dihujat oleh banyak orang, bahkan orang yang hanya hafal satu ayat atau hadits.

Nah, berbeda dengan Fikih Peradaban. Orang yang tidak setuju atau ingin membantah gagasan ini, tidak bisa sembarangan. Syarat untuk -jangan kan membantah- mengomentari saja harus orang yang setidak-tidaknya hatam kitab Fathul Qarib. Ini level paling dasar.

Selaih fikih, wajib juga memahami ilmu ushul fikih. Karena ilmu ini yang menjadi pondasi untuk membangun fikih. Untuk memahami ilmu ushul fikih, wajib hatam minimal kitab Ushul Fikih Abdul Wahhab Khallaf.

Oleh karena itu, jika setelah muncul gagasan Fikih Peradaban ini, ada yang tidak setuju lalu menghujat atau bahkan menyesatkan, maka lihat siapa yang tidak setuju itu. Dia paham fikih atau tidak.

Jika tidak paham fikih, tak usah didengarkan. Jika memang ahli fikih, tidak akan menghujat. Karena fikih itu bersifat zhanni yang memungkinkan ikhtilaf.

Sekedar catatan setelah mengikuti (menyimak) “Seri Halaqah Fikih Peradaban” via TVNU.
Wallahu a’lam.

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »