Saturday 25th September 2021,

Ingat Allah, Tetapi Kok Tetap Melakukan Dosa?!

Ingat Allah, Tetapi Kok Tetap Melakukan Dosa?!
Share it

ASWAJADEWATA.COM- Mengingat Allah ada banyak sebabnya. Bahkan ada orang yang baru ingat kepada Allah ketika atau setelah melakukan dosa. Setiap dia melakukan dosa, ketika itu juga ingat Allah bertaubat. Entah dia sekedar ingat saja tanpa berhenti dari perbuatan dosanya, mungkin karena sudah dikuasai nafsu birahinya. Atau, dia langsung berhenti.

Tentang orang masih tetap melanjutkan perbuatan dosanya, padahal dia ingat pada Allah ketika itu, mungkin orang yang seperti ini sudah ditakdirkan oleh Allah untuk terus bertaubat dalam dosa-dosa yang juga terus berulang? Artinya, sebab dia mengingat Allah ketika dalam lembah maksiat. Karena ada orang yang sudah jenuh dari kebiasaan buruknya, tapi dia tidak tahu bagaiamana caranya agar lepas dari kebiasaan buruknya itu. Padahal dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk lepas, tapi entah kenapa masih selalu terjerat.

Orang yang demikian berarti masih memiliki secercah cahaya hidayah. Maka, segelap apapun diri kita, pasti ada celah cahaya dalam diri kita. Maka carilah celah cahaya itu lalu terus nyalakan sedikit demi sedikit agar cahayanya meluas sampai melenyapkan kegelapan. Atau, jika kita tak mampu menyalakan cahaya itu lebih besar, maka jagalah jangan sampai padam. Mungkin dengan secercah cahaya itu langkah kita bisa diterangi hingga ke pintu rido-Nya kelak.

Sehitam apapun diri kita, pasti ada titik putih dalam diri kita. Maka temukanlah titik putih itu di dalam diri kita lalu jagalah agar tidak sampai hilang tertutupi oleh noda hitam. Mungkin saja satu titik putih itu yang senantiasa kita jaga hingga nafas kita berhembus akan menjadi nilai istimewa di hari perhitungan amal nanti.

Seburuk apapun diri kita, pasti ada kebaikan dalam diri kita. Sebejat apapun sifat kita, pasti ada satu sifat baik dalam diri kita. Sebagaiamana kisah yang sudah biasa kita dengar, bahwa seorang pelacur masuk surga hanya karena member minum seekor anjing.

Penulis: M. Taufiq Maulana

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »