Friday 06th August 2021,

PP. Al Falah Ploso Kediri Berduka, KH. Zainudin Djazuli Berpulang

PP. Al Falah Ploso Kediri Berduka, KH. Zainudin Djazuli Berpulang
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Inna lilillahi wa inna ilaihi raji’un. KH Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri, wafat. Ulama sepuh Nahdlatul Ulama ini menghadap ke Rahmatullah Sabtu siang, 10 Juli 2021.

Atas wafatnya beliau, keluarga besar dan santri Ponpes Al-Falah Ploso, merasakan duka mendalam.

“Nyuwun ziadah doa kagem beliau, keluarga, sedoyo Pengasuh lan Santri-santri soho alumni. (Mohon kirima doa teruntuk beliau, keluarga, seluruh Pengasuh dan Para Santri serta alumni Ploso. Al-Fatihah,” demikian tutur H Misbahul Munir, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Sontak saja, berita duka ini beredar di media sosial, WhatsApp, Sabtu siang.

KH Zainuddin Djazuli seorang di antara tokoh pesantren yang menjadi rujukan di lingkungan NU. Duduk di jajaran Syuriah PBNU, juga di PWNU Jawa Timur. Sejak masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Basofi Sudirman, Imam Utomo, Soekarwo hingga Khofifah Indar Parawansa, almarhum sering menjadi tempat meminta masukan.

Kiai Zainuddin Djazuli diketahui memang dalam perawatan intensif sejak beberapa tahun terakhir. Meski dalam kondisi kurang sehat, almarhum selalu tampil di depan umat bila di pesantrennya maupun kegiatan NU. Meskipun kerap di atas kursi roda.

Beberapa kali masuk rumah sakit, Kiai Zainuddin Djazuli tetap semangat dalam berjuang di tengah umat Islam. Bahkan, dalam kondisi sakit itu pula sejumlah tokoh masyarakat tetap memintanya untuk memberi nasihat bagi kemajuan masyarakat dan dakwah Islam.

Biasa akrab dipanggil Gus Dien, KH. Zainudin Djazuli adalah salah satu pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri. Putra Kiai Djazuli Utsman ini tak lain adalah saudara kandung dari Gus Miek (KH Chamim Djazuli, almaghfurlah).

Merupakan sosok kiai yang sangat giat dalam mengajar, dalam sehari bisa mengajar 5 pelajaran di pesantren. Mulai bakda subuh, Gus Dien mengajar Kitab Asymuni Sarah Al fiyah (ilmu lughot), sorenya mengajar Kitab Fathul Qorib (fiqih), Kitab Ta’lim (moral), Kitab Bidayah (tasawuf dasar), dan Ba’da Maghrib mengajar Kitab Ihya’ Ulumuddin (tasawuf tinggi), Shahih Muslim (Hadits).

Peran KH Zainudin Djazuli di NU

Pada tahun 1984 ketika NU memutuskan kembali ke Khittah 1926, KH Zainudin Djazuli masuk ke Golkar dan menjadi Jurkamnas Golkar sampai dengan tahun 1998.

Tahun 1992 dalam muktamar NU Cipasung, ketika Gus Dur mau dijegal rezim Soeharto, KH Zainudin Djazuli berada di garda depan mendukung Gus Dur habis-habisan. Ada yang bilang, bila saja tidak ada Gus Dien, mungkin Gus Dur terjungkal.

Tahun 1998-1999, Kiai Dien ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa dan menjadi jajaran Dewan Syuro DPP PKB. Tahun 2010 an, serta berperan dalam berdirinya PKNU.

KH Zainudin Djazuli adalah seorang kiai yang tegas, lugas, disiplin, wibawa, berani mengambil resiko, berjiwa pembaharu. Tahun 1960 – 1966 Kiai Dien juga memimpin konfrontasi langsung dengan PKI. Selain itu, tahun 1975-1985, ia mendirikan bangunan Ponpes Yasir Arafat disusul Ponpes Al-Falah 2.

Sumber: ngopibareng.id

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »