Saturday 10th December 2022,

R20, NU dan Realisasi Cita Cita Gus Dur

R20, NU dan Realisasi Cita Cita Gus Dur
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Oleh: Dadie W. Prasetyoadi

KH. Ulil Abshar Abdala ( Gus Ulil) membuka presentasinya pada hari kedua di Forum R20 Nusa Dua, Bali (3/11) dengan bercerita tentang Gus Dur. Bagaimana inisiasi forum seperti ini telah dicetuskan di era tahun 70an oleh Gus Dur.

“Gus Dur adalah orang penting di balik R20 ini. Dimana dirinya memulai dialog antar agama pada tahun 70an. Dia adalah seorang intelektual, pemikir, dan sekaligus juga ulama yang bertanggung jawab dalam sisi pembangunan emosional antar umat beragama lewat dialog-dialog antar agama kala itu,” ungkap Gus Ulil di hadapan delegasi peserta dari 32 negara yang hadir di Grand Ball Room Grand Hyatt Nusa Dua.

Melanjutkan kisah tentang Gus Dur itu, Gus Ulil bercerita bagaimana Gus Dur muda saat itu sudah memunculkan kontroversi dan kritik keras di kalangan Ulama tradisional NU, ketika dirinya menerima undangan dari sebuah Seminari Kristen di kota Malang untuk memberi kuliah umum tentang Islam.

“Apa yang dilakukan Gus Dur kala itu sangat tidak populer. Tapi di sisi lain memunculkan banyak pemikiran baru khususnya di kalangan intelektual dan akademisi muda tentang interfaith dialogue, lanjut Gus Ulil.

Tak berhenti disitu, seiring waktu di era tahun 80an Gus Dur yang konsisten dengan segala kiprahnya menjadi ikon hubungan antar agama. Apalagi kemudian dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dengan segala pengaruhnya yang mendunia.

Perjalanan waktu dari era 70an hingga abad milenial tahun 2022 ini adalah perjalanan panjang proses terwujudnya forum R20 yang digelar di Bali, tanah Hindu dengan sebutan Pulau Dewata di Negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia.

Suasana persaudaraan antar berbagai bangsa, agama, dan budaya terasa sangat kental selama even berlangsung. Baik dalam pertemuan formal, maupun informal disela sela kegiatan. Pemandangan mengharukan kerap terlihat ketika melihat peserta dengan segala atribut identitas keagamaan berbeda saling berbaur tanpa sekat dan jarak, berbicara hangat tanpa beban.

Betapa bahagianya Gus Dur jika melihat hari ini cita-citanya terwujud, dengan NU sebagai pemeran utama.

Seperti dikatakan oleh Gary E. Stevenson, salah seorang pembicara dari Quorum of Twelve Apostles From The Church of Jesus Christ  bahwa pertemuan ini telah memunculkan ide mulia untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Dimana kasih Tuhan, dan cinta kasih antar sesama menjadi enerji yang dapat mengangkat umat manusia menuju peradaban yang lebih tinggi.

“Semangat dari pertemuan keagamaan seperti ini selayaknya mampu menyuntikkan motivasi setiap pemimpin negara dunia, untuk saling bekerjasama menemukan solusi dari setiap persoalan, hingga terwujudnya kehidupan damai di seluruh dunia,” katanya.

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »