Wednesday 18th September 2019,

Jika ingin negeri makmur, ingat 17 (2-habis)

Jika ingin negeri makmur, ingat 17 (2-habis)

ASWAJADEWATA.COM – Jangan sekali melupakan sejarah. Itulah pesan pembuka tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Saiful Bahri Aminullah pada acara Haflah Imtihan, yang diselenggarakan TPQ MADIN Nurul Hikmah Pasdalem Gianyar.

Jika Indonesia menjadi negara yang subur makmur gemah ripah roh jinawi kita harus ingat 17. Apa saja 17 itu? 17 itu ialah 17 rokaat 17 agustus dan 17 Romadhon. 17 Rokaat dimaksud adalah Sholat lima waktu yang dalam sehari berjumlah 17 rokaat. Sesibuk apapun kita jangan meninggalkan sholat.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ صَلاَةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّداً فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ
“Barangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. ” (HR. Ahmad no.22128).

Penampilan Hadrah

Kalo bisa mari makmurkan masjid dan musholla dengan sholat waktu berjamaah. Kalau masjid itu ibarat angkot maka imam adalah supirnya dan muadzin adalah kernetnya. Jadi carikanlah muadzin dengan suara yg enak. Dan khususnya para remas jadilah muadzin jangan hanya yang tua-tua saja.

Sholat itu adalah umul ibadah karena saat Qiyamat nanti yang ditanya pertama ialah sholat kita. Dan seandainya sholat kita diterima maka seluruh amalan kita yang lainnya akan diterima, begitu juga sebaliknya.

17 yang kedua ialah 17 Agustus 1945. Yaitu kita harus mengisi kemerdekaan karena kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah melainkan didapat dengan perjuangan. Maka dari itu perkuatlah ukhuwah. Ukhuwah Islamiyah, yaitu hubungan dengan sesama Muslim.

Foto bersama

Ukhuwah Wathoniyah, yaitu hubungan dengan saudara sebangsa dan setanah air. Terakhir Ukhuwah Basyariyah karwna kita adalah satu keturunan nabi Adam AS. Jadi, dengan saudara kita, kita harus rukun walaupu dalam pemilu kemarin beda pilihan.

17 ketiga yaitu Nuzulul Qur’an. Qur’an itu dibaca kemudian diamalkan. Jadi para orang tua silahkan menyekolahkan anaknya di sekolah umum tapi sorenya sekolahkan di TPQ MADIN. Bisa jadi yang diadakan di Nurul Hikmah ini menjadi salah satu penyebab Gianyar senantiasa selamat, ungkapnya.

Dan selama Romadhon, Hendaklah kalian sempurnakan hitungan bulan Romadhon. Termasuk melaksanakan sunnah – sunnah selama puasa. Seperti tidak berkata bohong, ghibah dan fitmah. Tidak memandang dalam pandangan Syahwat, karena Romadhon adalah penghapusan dosa, imbuhnya.

Acara ini juga dihadiri Kapolres Gianyar AKBP. Priyanto Priyo Hutomo, Kapolsek GGianya Kompol. Ketut Suastika,SH, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gianyar, Klian Adat Pasdalem, Kepala Lingkungan Pasdalem, Ketua MUI Kabupaten Gianyar, PC. NU Gianyar, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar, PC. NU Gianyar dan Ketua Cabang Ikatan Warga Banyuwangi (IKAWANGI) Gianyar.

(Agus)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »